PLN Percepat Penandatanganan Kontrak Batu Bara dengan Para Pemasok

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT PLN (Persero) terus melakukan langkah untuk mempercepat pasokan batu bara tingkat kandungan kalori menengah Medium Rank Coal (MRC). Untuk itu, PLN kini tengah mempercepat penandatanganan kontrak batu bara dengan para pemasok.

Hal ini merupakan salah satu langkah untuk mengatasi kendala pasokan batu bara untuk pembangkit, yang berdampak pada penyediaan listrik di Pulau Jawa.

“Kami juga mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama Medium Rank Coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers, Jumat (19/6) malam.

Selain itu, ia juga mengapresiasi para pemasok batu bara yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah yang sudah menandatangani kontrak dengan PLN maupun pembangkit mitra PLN.

Dengan diatasinya persoalan pasokan batu bara MRC tersebut, Darmawan juga berharap agar proses penyediaan listrik bisa kembali lancar.

“Dengan alokasi medium rain coal atau batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah dan juga arahan dari Bapak Menteri ESDM, PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Di samping itu, dengan adanya pemadaman listrik bergilir yang sudah terjadi di Pulau Jawa, Darmawan kini memastikan pasokan MRC sudah disalurkan dan mulai mengalir ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik Mitra.

“Di antaranya untuk di Jawa Bagian Barat yaitu PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu. Dan untuk PLTU di Jawa Bagian Timur diantaranya PLTU Paiton 1 dan 2,PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan,dan PLTU Tanjung Awar-Awar,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui ada kendala pasokan batu bara untuk pembangkit PLN. Dari total kebutuhan 154 juta ton sepanjang tahun ini, yang baru terkontrak 134 juta ton, sehingga kurangnya 18-20 juta ton

Bahlil mengatakan, masih ada kebutuhan pasokan batu bara kalori menengah 5.200 kcal/kg GAR selama Juni 2026, yang tengah dicari solusinya melalui pembentukan tim pengadaan lintas sektor.

Dalam rangka memastikan koordinasi, kerja sama dan kepastian pasokan untuk PLN, Bahlil membentuk tim pengadaan yang mencakup Direktur Jenderal Minerba, Inspektur Jenderal ESDM, BPKP, bersama PLN.

"Kita mau ingin tahu agar tidak ada masalah di teknis, jangan barang sudah ada, ESDM sudah memberikan penugasan kepada PLN, tapi kalau tidak dieksekusi, kan, enggak nyampe di power plant dan ini dibutuhkan kolaborasi kerja sama dan transparansi termasuk harga ini semua dalam rangka pertanggungjawaban moral," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Keluar Krisis Produktivitas di Sektor Kelautan, Andi Yuslim Patawari Dorong Ekonomi Biru Berbasis Sains
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemadaman Listrik di Sekitar Stasiun Gubeng, Kereta Api Tetap Berjalan Normal
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Piala Dunia 2026: Kalahkan Australia, AS Pastikan Satu Tempat di Babak 32 Besar
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar Malam Ini, Jamaah Sudah Memadati Monas
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Setelah Pandemi, Banyak Perusahaan Mulai Ubah Cara Pandang soal Kesehatan Karyawan
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.