Jakarta (ANTARA) - Aktor Ryan Goutama menilai perkembangan drama vertikal di Indonesia membuka peluang baru bagi talenta lokal di tengah perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat yang semakin mengandalkan perangkat seluler dan platform digital.
Ryan mengatakan format tontonan berdurasi singkat tersebut menawarkan pengalaman menonton yang berbeda karena lebih ringkas dan menyesuaikan kebiasaan generasi saat ini yang banyak mengakses hiburan melalui telepon pintar.
"Kita sedang melihat perubahan yang cukup besar dalam cara masyarakat menikmati hiburan. Saya melihat ini sebagai peluang yang positif bagi industri kreatif Indonesia untuk terus berkembang dan melahirkan lebih banyak karya yang relevan dengan kebutuhan penonton saat ini," kata Ryan dalam keterangan yang diterima, Sabtu.
Menurut dia, pertumbuhan drama vertikal tidak hanya menciptakan peluang bagi platform digital, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi aktor, penulis, rumah produksi, dan kreator konten untuk menjangkau audiens baru.
Baca juga: iDramaFlix dukung pertumbuhan industri film nasional lewat kolaborasi
Dia menilai segmen drama vertikal berpotensi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konten yang praktis dan mudah diakses.
Ryan sendiri menjadi salah satu aktor yang aktif terlibat dalam berbagai produksi drama vertikal di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia membintangi puluhan judul micro drama yang tayang di sejumlah platform digital.
Menurut Ryan, perkembangan format tersebut turut mengubah cara industri hiburan membangun hubungan dengan penonton.
Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengonsumsi tayangan televisi atau serial berdurasi panjang, kini cerita dengan durasi lebih singkat mulai mendapat tempat di kalangan pengguna digital.
"Setiap format memiliki audiensnya masing-masing. Yang menarik dari vertical drama adalah kemampuannya menjangkau penonton secara cepat tanpa mengurangi unsur cerita dan emosi yang ingin disampaikan," ujarnya.
Dia menilai perkembangan industri hiburan digital akan terus menghadirkan peluang baru bagi para kreator dan talenta lokal yang mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku penonton.
Menurut dia, perubahan cara masyarakat menikmati hiburan menjadi peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk terus berkembang dan menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan audiens saat ini.
Baca juga: Gejolak batin yang tak bisa diungkapkan ibu dalam “Cerita Lila”
Baca juga: Film “Tanah Runtuh” angkat hidup di tengah konflik
Ryan mengatakan format tontonan berdurasi singkat tersebut menawarkan pengalaman menonton yang berbeda karena lebih ringkas dan menyesuaikan kebiasaan generasi saat ini yang banyak mengakses hiburan melalui telepon pintar.
"Kita sedang melihat perubahan yang cukup besar dalam cara masyarakat menikmati hiburan. Saya melihat ini sebagai peluang yang positif bagi industri kreatif Indonesia untuk terus berkembang dan melahirkan lebih banyak karya yang relevan dengan kebutuhan penonton saat ini," kata Ryan dalam keterangan yang diterima, Sabtu.
Menurut dia, pertumbuhan drama vertikal tidak hanya menciptakan peluang bagi platform digital, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi aktor, penulis, rumah produksi, dan kreator konten untuk menjangkau audiens baru.
Baca juga: iDramaFlix dukung pertumbuhan industri film nasional lewat kolaborasi
Dia menilai segmen drama vertikal berpotensi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konten yang praktis dan mudah diakses.
Ryan sendiri menjadi salah satu aktor yang aktif terlibat dalam berbagai produksi drama vertikal di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia membintangi puluhan judul micro drama yang tayang di sejumlah platform digital.
Menurut Ryan, perkembangan format tersebut turut mengubah cara industri hiburan membangun hubungan dengan penonton.
Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengonsumsi tayangan televisi atau serial berdurasi panjang, kini cerita dengan durasi lebih singkat mulai mendapat tempat di kalangan pengguna digital.
"Setiap format memiliki audiensnya masing-masing. Yang menarik dari vertical drama adalah kemampuannya menjangkau penonton secara cepat tanpa mengurangi unsur cerita dan emosi yang ingin disampaikan," ujarnya.
Dia menilai perkembangan industri hiburan digital akan terus menghadirkan peluang baru bagi para kreator dan talenta lokal yang mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku penonton.
Menurut dia, perubahan cara masyarakat menikmati hiburan menjadi peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk terus berkembang dan menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan audiens saat ini.
Baca juga: Gejolak batin yang tak bisa diungkapkan ibu dalam “Cerita Lila”
Baca juga: Film “Tanah Runtuh” angkat hidup di tengah konflik





