Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir menilai penetapan proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai Program Strategis Nasional (PSN) mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks.
Sejumlah tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai daerah telah menghadapi keterbatasan kapasitas, termasuk yang masih menggunakan sistem open dumping. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan, tetapi juga meningkatkan emisi gas metana dari pembusukan sampah.
"Melalui Denera (PT Daya Energi Bersih Nusantara), kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Penetapan PSN terhadap tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi dalam mengatasi krisis sampah. Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan pada TPA, hingga optimalisasi pemanfaatan sampah menjadi energi,” kata Pandu dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 20 Juni 2026.
Sebelumnya, Pandu menyebut Denera berpotensi menjadi salah satu perusahaan Waste-to-Energy terbesar di dunia.
“Ini bisa jadi katalis yang baik kalau kita bisa masuk di Bursa Efek Indonesia, nanti kita akan apply," kata Pandu.
Baca Juga :
Transformasi BUMN Dinilai Berhasil Dongkrak Capaian Kinerja(Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir. Metrotvnews.com/Duta Erlangga) Status PSN telah diberikan Status PSN diberikan melalui Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Surat tersebut diberikan kepada masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.
Tiga proyek PSEL yang telah memperoleh status PSN yakni PSEL Kota Bekasi di Jawa Barat yang dikelola Bekasi Environment Nusantara, PSEL Bogor Raya di Jawa Barat yang dikembangkan Nusantara Bogor New Energy, serta PSEL Denpasar Raya di Bali yang dijalankan Nusantara Bali New Energy.
Sementara, CEO Denera sekaligus Director Investment DIM Fadli Rahman menjelaskan ketiga BUPP tersebut dibentuk melalui proses pemilihan mitra PSEL oleh DIM. Masing-masing badan usaha selanjutnya akan bertugas mengembangkan dan mengimplementasikan proyek sesuai rencana kerja serta tata kelola yang telah disepakati bersama pemerintah.
Menurut Fadli, penetapan PSN menjadi momentum penting dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah nasional karena menunjukkan bahwa pengembangan PSEL kini dipandang sebagai bagian dari agenda strategis negara.
"Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya," ujar Fadli.




