VIVA – Brasil mendapat kabar positif jelang laga penentuan Grup C Piala Dunia 2026 menghadapi Skotlandia. Bintang utama mereka, Neymar, disebut semakin dekat untuk kembali merumput setelah absen akibat cedera otot betis.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan perkembangan terbaru kondisi pemain berusia 34 tahun tersebut usai Selecao menaklukkan Haiti dengan skor 3-0. Menurutnya, proses pemulihan Neymar berjalan sesuai rencana dan peluang tampil pada pertandingan berikutnya terbuka lebar.
“Neymar akan berlatih secara individu besok dan pada hari Senin dia akan berlatih bersama anggota tim lainnya,” kata Ancelotti dalam konferensi pers pasca pertandingan dikutip dari Reuters.
“Dia akan siap bermain dalam pertandingan melawan Skotlandia," lanjutnya.
Kembalinya Neymar menjadi kabar yang sangat dinantikan publik Brasil. Pasalnya, mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu terakhir kali tampil bersama klubnya, Santos, pada 17 Mei lalu sebelum harus menepi karena cedera.
Meski tak banyak bermain selama fase kualifikasi Piala Dunia 2026, kontribusi Neymar tetap terasa signifikan. Dalam empat penampilannya, ia mampu menyumbangkan dua gol dan tiga assist yang membantu Brasil mengamankan tiket ke putaran final.
Di sisi lain, kemenangan atas Haiti juga menghadirkan harapan baru di lini depan Brasil. Matheus Cunha tampil gemilang dengan mencetak dua gol pada babak pertama dan membuka peluang untuk mempertahankan tempatnya sebagai starter.
Sebelumnya, Cunha dipercaya mengisi posisi penyerang tengah menggantikan Igor Thiago. Keputusan tersebut terbukti efektif karena pemain yang dikenal fleksibel itu mampu memberikan ancaman konstan kepada pertahanan lawan.
“Mungkin saja,” kata pelatih asal Italia itu ketika ditanya apakah Cunha akan tetap bermain sebagai penyerang tengah.
“Saya pikir posisi Matheus adalah posisi yang bagus untuk menciptakan masalah bagi pertahanan,” kata Ancelotti.
“Dan dia menyaring umpannya dengan sangat baik, dan posisinya adalah posisi yang bagus untuk efektif di lini depan.”
“Itu bisa menjadi sebuah pilihan. Kami membahas ini kemarin. Saya tidak menginginkan identitas yang jelas. Mungkin kita akan mengubahnya di pertandingan berikutnya.”
Ancelotti menegaskan dirinya masih membuka berbagai kemungkinan dalam menyusun komposisi serangan Brasil. Mantan pelatih Real Madrid itu ingin timnya memiliki fleksibilitas taktik untuk menghadapi berbagai karakter lawan sepanjang turnamen.





