JAPFA Tampilkan Peran Life Cycle Assessment dalam Keuangan Berkelanjutan, Intip Yuk Beauty!

herstory.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Praktik keberlanjutan kini semakin menjadi perhatian berbagai sektor industri, termasuk dalam pengambilan keputusan investasi dan strategi pembiayaan perusahaan. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitas lingkungan, pendekatan berbasis sains dinilai semakin penting untuk memastikan program keberlanjutan memberikan dampak yang terukur dan kredibel.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus yang dibahas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) dalam sesi panel bertajuk "Science-Based Sustainable Finance" pada Konferensi Social Life Cycle Assessment (S-LCA) yang berlangsung di Bogor, Kamis (18/6).

Dalam kesempatan tersebut, JAPFA membagikan pengalaman sebagai perusahaan perunggasan terintegrasi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan kajian ilmiah secara formal ke dalam strategi keuangannya.

Perusahaan memaparkan bagaimana kajian menyeluruh Life Cycle Assessment (LCA) menjadi landasan strategis dalam mengakses berbagai instrumen pembiayaan berkelanjutan global sekaligus mendukung visi perusahaan "Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama".

Pendekatan tersebut semakin mempertegas posisi JAPFA sebagai pelopor di sektor perunggasan Indonesia dalam menerapkan evaluasi ilmiah yang komprehensif untuk mengukur dampak lingkungan di seluruh rantai produksi yang dimiliki perusahaan.

Pentingnya Pendekatan Berbasis Sains dalam Keuangan Berkelanjutan

Seiring berkembangnya praktik keuangan berkelanjutan di tingkat global, investor, pemegang obligasi, dan lembaga perbankan kini semakin mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial dalam pengambilan keputusan investasi.

Di sisi lain, institusi keuangan juga menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk memastikan bahwa inisiatif keberlanjutan yang mereka biayai benar-benar kredibel dan mampu memberikan dampak nyata.

Dalam konteks tersebut, metodologi berbasis sains seperti Life Cycle Assessment (LCA) dinilai menjadi instrumen penting karena mampu menyediakan dasar yang transparan dan terpercaya dalam penetapan target keberlanjutan serta pengukuran pencapaiannya.

Diskusi dalam konferensi tersebut juga mendorong para praktisi LCA untuk membentuk lembaga akreditasi profesi agar hasil kajian yang dihasilkan semakin dipercaya oleh komunitas keuangan maupun pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, panel diskusi turut menyoroti pentingnya data ilmiah yang akurat dalam mengidentifikasi material environmental hotspots, sehingga perusahaan dapat menetapkan target kinerja keberlanjutan yang relevan dan ambisius.

Temuan dari kajian tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan Sustainability Performance Targets yang terintegrasi ke dalam instrumen pembiayaan berkelanjutan JAPFA.

Keberlanjutan sebagai Bagian Inti Bisnis

Director and Chief Financial Officer Japfa Ltd, Kevin Monteiro, menegaskan bahwa kredibilitas di mata investor yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) harus dibangun melalui integrasi keberlanjutan ke dalam inti bisnis perusahaan.

“Membangun kredibilitas di mata investor ESG harus dimulai dengan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian inti dari bisnis, bukan sekadar inisiatif terpisah. Hal ini berarti perusahaan perlu fokus pada aspek yang benar-benar material di sepanjang rantai nilai untuk mengidentifikasi area yang memiliki potensi perbaikan paling signifikan. Salah satu cara paling kredibel untuk melakukannya adalah melalui pendekatan LCA berbasis sains,” ujar Kevin.

Menurutnya, integrasi pendekatan ilmiah ke dalam strategi keuangan perusahaan telah menghasilkan sejumlah pencapaian penting bagi JAPFA.

Pada 2021, perusahaan memperoleh pendanaan melalui Sustainability-Linked Bond (SLB) senilai US$350 juta yang disebut menjadi yang pertama di dunia untuk sektor agrifood.

Langkah tersebut kemudian dilanjutkan pada 2025 melalui Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$150 juta yang untuk pertama kalinya memasukkan indikator sosial (Social KPI), dengan fokus pada peningkatan status gizi dan kesejahteraan anak-anak, khususnya di wilayah pedesaan, melalui program JAPFA for Kids.

Didukung Ribuan Data ESG

Komitmen keberlanjutan JAPFA juga diperkuat melalui Japfa Sustainability Reporting System (JSRS), sebuah ekosistem digital yang mengelola 5.095 titik data ESG (Environmental, Social and Governance) setiap bulan di seluruh operasional perusahaan di berbagai negara.

Tidak hanya berfokus pada operasional internal, JAPFA juga berkontribusi dalam pengembangan standar industri global melalui kolaborasi bersama United Nations Environment Programme (UNEP) dalam studi internasional pertama mengenai mata pencaharian peternak plasma.

Hasil studi tersebut turut menjadi dasar dalam penyusunan pedoman Social Life Cycle Assessment (S-LCA) untuk industri perunggasan global.

Berkat transparansi dan kinerja keberlanjutan yang dijalankan, JAPFA berhasil masuk dalam daftar "World's Best Companies 2025" versi TIME dan Statista.

Perusahaan juga meraih penghargaan "Best Sustainability-Linked Loan – Agriculture" pada 2026 sebagai bentuk pengakuan terhadap implementasi strategi keuangan berkelanjutan yang dijalankan.

Melalui partisipasinya dalam Konferensi S-LCA, JAPFA berharap pendekatan berbasis sains dapat semakin mendorong penerapan praktik keberlanjutan yang terukur, transparan, dan relevan di berbagai sektor industri, sekaligus memperkuat kepercayaan investor serta pemangku kepentingan terhadap upaya keberlanjutan perusahaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Minta Maaf! Ini Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa | KOMPAS PETANG
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Tawa Megawati Saat Nonton Warga Ikut Lomba Cosplay di Festival Bung Karno
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Evan Marino dan Uffri Datun Nitami Rujuk, Ungkap Fakta di Balik Tuduhan KDRT hingga Perselingkuhan
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pramono: Jakarta Harus Jadi Rumah Semua Suku, Agama, dan Budaya
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kantor PT Agrinas di Labura Dibakar Massa Usai Seorang Warga Tewas Diduga Dianiaya Oknum TNI | BERUT
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.