Samarinda (ANTARA) - Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Nilam asal Provinsi Kalimantan Timur mengekspor komoditas lidi nipah curah sekitar 40 ton ke pasar India.
"Langkah ekspor ini terbukti mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmad di Samarinda, Sabtu.
Rusmadi menyampaikan catatan selama periode dua tahun terakhir menunjukkan total volume ekspor lidi nipah curah kelompok tani tersebut telah mencapai 39,80 ton. Transaksi perdagangan skala internasional itu menyumbangkan total penjualan senilai Rp426.505.000 bagi para pengelola hutan.
"Rincian transaksi ekspor kelompok tani itu mencakup nilai penjualan tahun 2025 sebesar Rp291.450.000 ditambah capaian Rp135.055.000 hingga bulan April tahun 2026," sebut Rusmadi.
Pengiriman komoditas kehutanan tersebut dilakukan melalui jalur kerja sama dengan perusahaan penyalur ekspor swasta di Jakarta.
Baca juga: Maluku ekspor 45 ton komoditas perhutanan sosial ke China dan India
Baca juga: Menhut-Komisi IV DPR lepas ekspor kopi KUPS ke Dubai
Lebih lanjut, ia menjelaskan, seluruh bahan baku lidi curah itu dipanen langsung dari wilayah Perhutanan Sosial di Desa Muara Kembang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Proses pengambilan daun nipah oleh masyarakat desa selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan yang dilakukan secara bertahap selama 20 hari setiap bulan," jelas Rusmadi.
Aktivitas produksi harian kelompok tani tersebut dibarengi dengan pelaksanaan patroli perlindungan kawasan yang berjalan rutin minimal seminggu sekali. Penjagaan areal kerja ini merupakan langkah wajib untuk mencegah potensi kerusakan ekosistem sekaligus melindungi populasi flora dan fauna.
Kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat pinggiran hutan ini didukung oleh berbagai pihak termasuk KPHP Delta Mahakam dan Pertamina Hulu Mahakam.
Baca juga: Wamenhut: Peningkatan kualitas perhutanan sosial pacu roda ekonomi
Baca juga: Menhut dorong multi usaha kehutanan untuk pengelolaan hutan produktif
"Langkah ekspor ini terbukti mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmad di Samarinda, Sabtu.
Rusmadi menyampaikan catatan selama periode dua tahun terakhir menunjukkan total volume ekspor lidi nipah curah kelompok tani tersebut telah mencapai 39,80 ton. Transaksi perdagangan skala internasional itu menyumbangkan total penjualan senilai Rp426.505.000 bagi para pengelola hutan.
"Rincian transaksi ekspor kelompok tani itu mencakup nilai penjualan tahun 2025 sebesar Rp291.450.000 ditambah capaian Rp135.055.000 hingga bulan April tahun 2026," sebut Rusmadi.
Pengiriman komoditas kehutanan tersebut dilakukan melalui jalur kerja sama dengan perusahaan penyalur ekspor swasta di Jakarta.
Baca juga: Maluku ekspor 45 ton komoditas perhutanan sosial ke China dan India
Baca juga: Menhut-Komisi IV DPR lepas ekspor kopi KUPS ke Dubai
Lebih lanjut, ia menjelaskan, seluruh bahan baku lidi curah itu dipanen langsung dari wilayah Perhutanan Sosial di Desa Muara Kembang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Proses pengambilan daun nipah oleh masyarakat desa selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan yang dilakukan secara bertahap selama 20 hari setiap bulan," jelas Rusmadi.
Aktivitas produksi harian kelompok tani tersebut dibarengi dengan pelaksanaan patroli perlindungan kawasan yang berjalan rutin minimal seminggu sekali. Penjagaan areal kerja ini merupakan langkah wajib untuk mencegah potensi kerusakan ekosistem sekaligus melindungi populasi flora dan fauna.
Kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat pinggiran hutan ini didukung oleh berbagai pihak termasuk KPHP Delta Mahakam dan Pertamina Hulu Mahakam.
Baca juga: Wamenhut: Peningkatan kualitas perhutanan sosial pacu roda ekonomi
Baca juga: Menhut dorong multi usaha kehutanan untuk pengelolaan hutan produktif





