Survei: 88 Persen Muslim San Diego Tak Lagi Merasa Aman Pascapenembakan Masjid

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SAN DIEGO -- Sebulan setelah penembakan di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat (AS) yang merenggut tiga korban jiwa, hampir sembilan dari 10 Muslim di San Diego mengatakan mereka merasa kurang aman di komunitas mereka, menurut survei yang dirilis pada Kamis (18/6/2026).

Laporan baru dari Pusat Kebijakan Imigrasi AS UC San Diego ini menyurvei 312 orang dewasa Muslim setempat selama sebulan terakhir. Temuan survei menunjukkan bagaimana komunitas Muslim memandang keamanan, rasa memiliki, dan respons penegak hukum.

Baca Juga
  • Ini Dia Pemenang Sesungguhnya dari Perang AS Israel Melawan Iran
  • Roy Suryo dan Tifa Dirawat di RS Polri Kramat Jati Usai Pemeriksaan, Begini Penjelasan Refly Harun
  • Partai Jerman Laporkan Kader yang Serukan Muslim Diracun Gas seperti Yahudi pada Era Nazi

Beberapa temuan utama menunjukkan 88 persen responden setuju penembakan tersebut membuat mereka merasa kurang aman di komunitas mereka. Sebanyak 74 persen melaporkan lebih khawatir terhadap keselamatan pribadi karena mereka seorang Muslim.

Hampir dua pertiga responden melaporkan pernah mengalami diskriminasi di San Diego dalam 12 bulan terakhir karena identitas mereka sebagai Muslim. Hampir setengah dari responden yang disurvei merasa penegak hukum tidak menganggap serius ancaman terhadap Muslim.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pada 18 Mei, tiga pria kehilangan nyawa ketika dua remaja bersenjata melepaskan tembakan di halaman masjid di lingkungan Clairemont, San Diego. Kedua pelaku penembakan kemudian bunuh diri.

Direktur Islamic Center, Imam Taha Hassane, mengatakan serangan itu menggarisbawahi ancaman meningkatnya kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megawati hingga Pramono Anung Hadiri Bung Karno Festival 2026
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Cek Lokasi Penutupan Konbes PBNU, Saifullah Yusuf: Bangkalan Tempat Penting bagi NU
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Penemuan Dua Jasad Pria di Selokan Gegerkan Warga Kota Bekasi
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Optimalkan Otomasi Sistem, Hidden Game Garap Pasar Transaksi Digital Terpadu
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.