Penjualan Pikap Melonjak, Pakar Duga Terkerek Program MBG

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan penjualan mobil pikap sepanjang 5 bulan pertama 2026 dinilai mencerminkan dinamika baru di pasar kendaraan niaga ringan. Selain didorong pemulihan aktivitas ekonomi, peningkatan tersebut juga disebut berpotensi terkait dengan hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai pertumbuhan penjualan kendaraan niaga ringan perlu dianalisis lebih mendalam karena terjadi bersamaan dengan implementasi sejumlah program yang membutuhkan dukungan logistik secara luas.

Menurutnya, kenaikan penjualan ritel pikap sekitar 33% secara tahunan hingga melampaui 52.000 unit belum sepenuhnya dapat dijelaskan oleh faktor musiman seperti Ramadan dan Lebaran maupun pemulihan ekonomi nasional.

"Fenomena ini dapat dinyatakan sebagai situasi yang menunjukkan adanya sumber permintaan baru instan yang cukup besar dan terpusat pada kendaraan angkut ringan jarak dekat," ujar Yannes kepada Bisnis, Sabtu (20/6/2026).

Dia menjelaskan kendaraan yang mencatatkan penjualan tertinggi merupakan model yang lazim digunakan untuk distribusi barang jarak pendek dan operasional harian berintensitas tinggi. Kondisi tersebut terlihat pada dominasi Daihatsu Gran Max Pick Up dan Suzuki New Carry yang menjadi dua model terlaris di segmen pikap nasional.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan wholesales pikap mencapai 54.681 unit sepanjang Januari–Mei 2026, meningkat 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Daihatsu Gran Max Pick Up memimpin pasar dengan penjualan 21.594 unit, diikuti Suzuki New Carry sebanyak 18.290 unit.

Yannes menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor yang layak diperhatikan dalam membaca tren tersebut. Menurutnya, program itu berpotensi menciptakan kebutuhan distribusi pangan yang membutuhkan armada kendaraan niaga ringan dalam jumlah besar.

"Nah, yang perlu dicari tahu adalah pada saat yang bersamaan hadir program MBG yang menciptakan permintaan baru yang bersifat spesifik, terukur, dan membutuhkan armada angkutan barang jarak dekat dalam jumlah besar pada periode yang berdekatan," katanya.

Dia menambahkan rantai distribusi program tersebut melibatkan berbagai aktivitas logistik, mulai dari pengangkutan bahan baku ke dapur produksi hingga distribusi makanan ke sekolah dan lokasi penerima manfaat. Pola distribusi semacam itu dinilai cocok dengan karakter kendaraan pikap yang mengutamakan fleksibilitas dan efisiensi operasional.


Suzuki & Daihatsu Akui Terdampak MBG

Sebelumnya, sejumlah produsen otomotif juga mengakui adanya kontribusi program MBG terhadap permintaan kendaraan niaga. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebut kebutuhan armada untuk mendukung distribusi program tersebut menjadi salah satu sumber permintaan kendaraan fleet pada tahun ini.

Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan kontribusi pengadaan kendaraan untuk program MBG cukup besar terhadap total penjualan fleet Suzuki. Selain itu, permintaan juga ditopang oleh peremajaan armada perusahaan swasta dan aktivitas logistik yang mulai meningkat.

"Kalau kita lihat kontribusinya lumayan besar di proyek MBG itu, kira-kira 50% dari total kendaraan fleet. Nah, sisanya kami dapatkan dari perusahaan swasta yang telah melakukan peremajaan di awal 2026,” ujar Donny.

Pandangan serupa disampaikan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Pabrikan tersebut mengakui adanya dampak positif dari implementasi program MBG terhadap penjualan kendaraan niaga Gran Max, meski belum merinci kontribusinya terhadap total penjualan.

Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani mengatakan peningkatan kebutuhan logistik, termasuk untuk distribusi pangan dan aktivitas e-commerce, menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan kendaraan niaga di pasar domestik.

"Kalau dibilang terdampak, betul memang terdampak program MBG. Namun, terkait besarannya, kami belum dapat memastikan," jelas Sri Agung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
CIMB Niaga (BNGA) Bidik Pertumbuhan Transaksi dan Pengguna 30% dari OCTO Land
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Smart Factory Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas UMKM, Ini Pesan Kementerian UMKM
• 10 jam laludisway.id
thumb
Tawuran Berd*rah di Kramat Jati Digagalkan Polisi, Empat Remaja dan Celurit Diamankan Saat Subuh
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
OKI Peringatkan Bahaya Rencana Israel Ubah Status Politik Kota Hebron
• 46 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Demokrat Pertanyakan Posisi PDIP: Dukung atau di Luar Pemerintahan
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.