Grid.ID – Sarwendah dituding mengeksploitasi anak-anaknya saat siaran langsung di media sosial. Namun, tuduhan itu langsung dibantah oleh kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu.Menurut Chris, anak-anak tidak pernah dijadikan alat untuk menaikkan popularitas atau rating. Ia meminta publik tidak memelintir situasi yang sebenarnya terjadi."Jadi dipelintir jangan dipelintir seakan-akan bahwa oh anak itu menjadi apa namanya dijadikan senjata untuk menaikkan rating, tidak ya," tegas Chris melalui Zoom, Sabtu (20/6/2026)Chris menjelaskan, Sarwendah memang sengaja menjadi rumah yang ia tempati sebagai tempat kerja supaya anak-anaknya bisa leluasa bertemu dengannya."Anak itu memang di rumah sehingga anak itu terbuka untuk datang kapan pun ya, jadi eksploitasi anak itu bukan seperti itu. Eksploitasi anak itu bahwa setiap acaranya dipaksa untuk ikut," jelas Chris.Ia juga menegaskan tidak ada aturan yang membatasi anak-anak di rumah. Bahkan, mereka bebas masuk ke ruangan tempat Sarwendah bekerja."Anak ini menurut Sarwendah di dalam rumah itu melebihi manajernya, melebihi siapa pun artinya tidak ada pengekangan. Tidak boleh masuk ruangan di sana, ibu lagi kerja nggak boleh, itu memang dibebaskan," sambung Chris.Menurut Chris, kondisi tersebut justru membuat anak-anak lebih dekat dengan ibunya. Mereka bisa bertemu Sarwendah kapan pun merasa rindu."Coba bayangin kurang bahagia apa tempat itu buat anaknya bisa ketemu sama ibunya pada saat dia bangun tidur misalnya tiba-tiba bangun tengah malam, ya untuk ketemu ibunya tinggal naik melihat ibunya sedang mencari uang buat anak-anaknya," tutup Chris.Diketahui, setelah bercerai di tahun 2024, Ruben dan Sarwendah kerap bersitegang. Mulai dari masalah Sarwendah yang didatangi debt collector terkait tunggakan cicilan mobil Ruben hingga Ruben yang mengaku sulit bertemu anak.Ruben juga kerap mempermasalahkan anak-anaknya yang sering muncul saat Sarwendah dan kekasihnya, Giorgio Antonio, tengah melakukan siaran langsung, bahkan pada malam hari. (*)
Artikel Asli




