TABLOIDBINTANG.COM - Komika sekaligus kreator konten Oki Rengga membagikan kisah perjalanan spiritual yang menjadi titik balik dalam hidupnya.
Cerita itu ia ungkap saat menjadi pembicara dalam sesi talkshow Rumah Sahabat BCA Syariah di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/6) siang.
Oki Rengga mengaku prosesnya mengenal Tuhan tidak terjadi secara instan. Pria kelahiran Langkat, Sumatra Utara, itu justru tumbuh di lingkungan pendidikan umum dan baru mulai mendalami agama saat beranjak remaja.
"Saya lahir dan besar di Sumatra Utara. Dari kecil sekolah biasa, belajar agama juga seperti pelajaran pada umumnya. Baru ketika SMA saya mulai tertarik untuk belajar lebih dalam," ujar bintang film Agak Laen.
Sebelum dikenal luas sebagai komika, Oki lebih dulu akrab dengan dunia sepak bola. Ia bahkan aktif mengikuti berbagai turnamen sejak usia muda.
Namun di tengah kesibukan itu, ada satu pengalaman sederhana yang kemudian mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Buku Rp4.000 yang Mengubah Segalanya
Oki mengenang masa ketika dirinya tinggal di kos di Medan. Keinginan untuk belajar mengenai ibadah malam atau salat tahajud berawal ketika surat-surat berharga yang dibawanya dalam sebuah map tertinggal di angkutan umum.
Kejadian tersebut membawanya membeli sebuah buku panduan salat tahajud dengan harga yang sangat murah.
Meski sederhana, buku kecil itu justru menjadi awal perjalanan spiritual yang tidak pernah ia lupakan. Tujuh hari Oki salat tahajud meminta petunjuk pada Tuhan agar surat-surat berharganya kembali.
"Momen pertama kali saya ingin belajar salat tahajud, saya beli bukunya. Harganya sekitar Rp4.000 waktu itu. Dari situlah semuanya mulai berubah," ungkapnya.
Oki tetiba mendapat telepon dari ibunya di Langkat, mengabarkan bahwa ada dua orang mengantar surat-surat berharga miliknya ke rumahnya.
Sejak saat itu, Oki tidak pernah ketinggalan untuk beribadah baik wajib dan sunah. Ia mengaku merasakan pengalaman yang berbeda setiap kali menjalankan ibadah dari subuh hingga isya.
Bagi Oki, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pertolongan bisa datang dari arah yang tidak pernah diduga.
"Buat saya, setiap orang punya perjalanan masing-masing untuk menemukan jati diri dan mengenal Tuhan. Jalannya berbeda-beda, tapi pada akhirnya kita semua sedang mencari hal yang sama," tuturnya.




