FAJAR,MAKASSAR — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III di Claro Hotel Makassar, Minggu (21/6/2026).
Mengusung tema “HNSI Sulsel Solid Bergerak dan Berdampak”, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Ketua DPD HNSI Sulsel, H. Andi Iwan Darmawan Aras, mengatakan Sulawesi Selatan memiliki sejarah panjang sebagai daerah maritim. Menurutnya, masyarakat Bugis yang dikenal sebagai pelaut ulung telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia bahkan mancanegara.
Ia menyebut jumlah nelayan di Sulsel mencapai sekitar 280 ribu orang. Namun, masih terdapat sekitar 28 ribu nelayan yang masuk kategori miskin sehingga membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Dengan hadirnya HNSI, kami berharap kesejahteraan masyarakat nelayan dapat meningkat. Selain itu, HNSI harus mampu memberikan perlindungan hukum, menjadi mediator dengan pemerintah, hingga membantu nelayan memperoleh berbagai program bantuan,” ujarnya.
Andi Iwan menjelaskan masih banyak persoalan yang dihadapi nelayan, mulai dari aspek keselamatan saat melaut hingga minimnya akses terhadap pasar yang memberikan harga ikan yang layak.
Karena itu, HNSI akan terus mendorong edukasi mengenai tata cara penangkapan ikan yang sesuai aturan dan berkelanjutan. Organisasi tersebut juga berupaya memperjuangkan agar nelayan mendapatkan harga jual hasil tangkapan yang lebih baik.
“Kami juga berharap pemerintah dapat memberikan fasilitas yang memadai bagi nelayan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan,” katanya.
Ia menambahkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus mampu dikelola secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal HNSI, Lydia Assegaf, menegaskan HNSI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong dan mengimplementasikan berbagai program yang menyasar masyarakat nelayan.
Menurutnya, HNSI merupakan rumah besar perjuangan bagi nelayan di seluruh Indonesia yang harus terus diperkuat.
“Pendataan nelayan harus diperkuat, sinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat harus dibangun, serta program-program yang dijalankan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir,” ujar Lydia.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan HNSI sebagai wadah yang mampu memperjuangkan aspirasi nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Mari kita jadikan HNSI sebagai rumah besar nelayan yang mampu memperjuangkan aspirasi, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kolaborasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi maritim yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda III HNSI Sulsel, Indar Wijaya, menjelaskan pelaksanaan Musda merupakan hasil persiapan yang telah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Menurutnya, seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan dengan semangat memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan nelayan di Sulawesi Selatan.





