VIVA – Timnas Jerman akan menghadapi Pantai Gading pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Kanada, Minggu 21 Juni 2026 pukul 03.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Die Mannschaft untuk mengamankan tiket ke fase gugur, sementara Pantai Gading berupaya melanjutkan tren positif setelah meraih kemenangan pada laga pembuka.
Jerman datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantai Curacao 7-1 pada pertandingan pertama. Tim asuhan Julian Nagelsmann tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen serta menciptakan 26 peluang, termasuk 12 tembakan tepat sasaran.
Meski mencatat kemenangan besar, Jerman diperkirakan akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat saat berjumpa Pantai Gading. Les Elephants menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Ekuador 1-0 dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi.
Salah satu kekuatan utama Jerman terletak pada kemampuan mereka membangun serangan dari berbagai sektor. Saat menghadapi Curacao, Die Mannschaft tercatat paling sering melakukan penetrasi melalui area tengah lapangan dibandingkan peserta Piala Dunia 2026 lainnya. Namun efektivitas serangan mereka tetap banyak ditentukan oleh permainan dari kedua sisi sayap.
Di kubu Pantai Gading, sektor kanan menjadi senjata utama. Kombinasi Guela Doue, Nicolas Pepe, Amad Diallo, dan Wilfried Singo terbukti efektif saat menghadapi Ekuador. Gol kemenangan Les Elephants juga lahir dari eksploitasi area tersebut.
Karena itu, Nagelsmann diperkirakan akan memberi perhatian khusus pada sisi kanan permainan Pantai Gading. Florian Wirtz dan Felix Nmecha memiliki peran penting untuk membantu meredam ancaman yang datang dari sektor tersebut sebelum membahayakan lini belakang Jerman.
Pertarungan lini tengah juga diprediksi berlangsung sengit. Jerman akan mengandalkan duet Felix Nmecha dan Aleksandar Pavlovic untuk menjaga keseimbangan permainan, sementara Pantai Gading memiliki kombinasi berpengalaman melalui Franck Kessie dan Seko Fofana.
Secara statistik, Jerman memang lebih diunggulkan. Juara dunia empat kali itu sedang menikmati tren 10 kemenangan beruntun di semua kompetisi sejak September 2025. Perubahan pendekatan taktik yang diterapkan Nagelsmann membuat permainan Die Mannschaft tampil lebih agresif dan efektif.





