VIVA – Elon Musk kembali menjadi sorotan dunia setelah sejumlah pernyataannya tentang kecerdasan buatan (AI) viral di berbagai media internasional. Dalam berbagai wawancara dan forum teknologi, Musk menggambarkan skenario ekstrem tentang masa depan AI yang menurutnya bisa menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia.
Pernyataan-pernyataan ini kembali memicu perdebatan global: apakah AI akan menjadi alat paling revolusioner dalam sejarah manusia, atau justru awal dari risiko terbesar peradaban modern.
- Istimewa
AI Bisa Jadi Ancaman Eksistensial
Dalam berbagai kesempatan, Musk berulang kali menyebut bahwa AI merupakan salah satu ancaman terbesar bagi umat manusia. Ia menegaskan bahwa teknologi ini berpotensi menjadi “jauh lebih cerdas dari manusia” dalam waktu yang relatif singkat.
“Saya pikir kita harus sangat berhati-hati tentang kecerdasan buatan. Jika saya harus menebak apa ancaman eksistensial terbesar kita, mungkin itu adalah kecerdasan buatan. Jadi kita perlu sangat berhati-hati,” kata Musk, dikutip VIVA dari theguardian Minggu, 21 Juni 2026,
Pada sebuah forum keselamatan AI, Musk menekankan bahwa manusia untuk pertama kalinya menghadapi entitas yang bisa melampaui kecerdasan kolektif manusia, sehingga kontrol menjadi tantangan besar.
Pandangan ini juga sejalan dengan pernyataannya di berbagai wawancara, di mana ia menyebut AI sebagai “ancaman eksistensial” yang perlu diawasi secara ketat oleh regulator global.
Skenario “Terminator” yang Mengkhawatirkan
Salah satu skenario paling ekstrem yang sering disinggung Musk adalah kemungkinan terjadinya situasi seperti film “Terminator”, di mana AI superintelligent kehilangan kendali dan berbalik melawan manusia.
Dalam persidangan terkait kasus OpenAI, Musk kembali menegaskan bahwa pengembangan AI tanpa pengawasan ketat bisa mengarah pada skenario katastrofik tersebut.
Ia menggambarkan kondisi di mana sistem AI yang terlalu cerdas tidak lagi mengikuti tujuan manusia, melainkan menciptakan logika dan kepentingannya sendiri.
Prediksi Probabilitas Risiko yang Mengejutkan
Dalam sebuah wawancara podcast, Musk bahkan memperkirakan bahwa ada kemungkinan 10% hingga 20 persen bahwa AI dapat menyebabkan kehancuran manusia. Namun ia tetap menilai ada peluang besar bahwa hasilnya bisa positif jika dikelola dengan benar.





