Serangan Israel Tewaskan 9 Orang di Gaza, Termasuk Anak-anak

detik.com
17 jam lalu
Cover Berita
Gaza -

Serangan dan tembakan Israel menewaskan sedikitnya sembilan orang di Jalur Gaza, Palestina, sepanjang hari Sabtu kemarin. Pejabat kesehatan setempat mengatakan korban tewas termasuk seorang anak.

Dilansir Reuters, Minggu (21/6/2026), pejabat kesehatan mengatakan serangan udara Israel menewaskan empat warga Palestina di sebuah gedung apartemen di Kota Gaza. Korban di antaranya termasuk dua wanita dan seorang anak.

Serangan terhadap gedung di lingkungan Sabra di Kota Gaza menghancurkan apartemen tersebut dan melukai beberapa orang lainnya.

Baca juga: Militer AS Waspada Usai Iran Umumkan Tutup Lagi Selat Hormuz

Militer Israel mengatakan mereka menyerang seorang militan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dalam insiden lain, pasukan Israel menembak dan membunuh seorang wanita di kota Beit Lahiya di utara. Serangan udara Israel juga menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai delapan lainnya di Khan Younis, selatan wilayah tersebut.

Kemudian, serangan udara Israel menewaskan tiga orang, termasuk seorang fotografer lokal, di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah, kata petugas medis.

Militer Israel tidak segera memberikan komentar tentang insiden-insiden tersebut.

Gencatan senjata pada bulan Oktober telah menghentikan pertempuran besar antara Hamas dan Israel, tetapi belum mengakhiri serangan Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 1.010 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata. Militan membunuh empat tentara Israel di Gaza selama periode yang sama.

Israel mengatakan serangannya bertujuan untuk menggagalkan serangan yang akan segera dilakukan oleh Hamas dan militan lainnya. Hamas jarang mengungkapkan informasi tentang kematian para pejuangnya.

Israel dan Hamas tetap buntu mengenai bagaimana melanjutkan tahap selanjutnya dari rencana Gaza Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang melibatkan Hamas meletakkan senjata dan penarikan pasukan Israel.

Pembicaraan yang dilakukan oleh mediator Mesir, Qatar, Turki, dan utusan Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza, Nickolay Mladenov, mengenai implementasi fase kedua rencana Gaza Trump, belum mencapai kesepakatan. Hal itu diungkap sumber yang dekat dengan pembicaraan tersebut.

Pada hari Rabu, sumber-sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Mladenov menyerahkan kepada Hamas dan faksi-faksi tersebut versi revisi dari peta jalan rencana, yang membahas beberapa kekhawatiran faksi sambil tetap mempertahankan "garis merah inti" dari rencana Trump. Sumber-sumber tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Seorang pejabat Hamas mengkonfirmasi bahwa dokumen tersebut sedang dipelajari.

Baca juga: Ketika Trump Sebut Israel Akan Hancur Lebur Jika Tanpa Dukungannya

Israel mengatakan Hamas harus menyerahkan kekuasaan di Gaza, melucuti senjata, dan tidak memainkan peran apa pun dalam pemerintahan masa depan wilayah tersebut. Hamas mengaitkan pelucutan senjata penuh dengan peluncuran jalur politik menuju pembentukan negara Palestina.

Para pejuang yang dipimpin Hamas membunuh 1.200 orang selama serangan lintas batas mereka ke Israel pada 7 Oktober 2023, menurut perhitungan Israel. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas di wilayah tersebut sejak saat itu.




(lir/lir)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyerapan Meningkat, Koperasi Susu Minta Program MBG Berlanjut
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Dramatis! Jerman Bangkit dari Ketertinggalan Kontra Pantai Gading, Deniz Undav Loloskan Der Panzer ke Fase Gugur
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Israel Bunuh Juru Kamera Al Jazeera di Gaza, Klaim Anggota Hamas
• 17 jam laludetik.com
thumb
Infinix Hot 40 Pro Masih Layak Dibeli di 2026? Kamera 108 MP dan Helio G99 Jadi Andalan
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Veda Ega Pratama Start Kedelapan di Moto3 GP Ceko 2026, Peluang Raih Poin Tetap Terbuka
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.