Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong lahirnya generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, adaptif, dan mampu membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 saat menghadiri Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan.
Bima menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Ia mengungkapkan, "Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten."
Menurut Bima, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat melalui tindakan nyata yang didukung strategi yang tepat agar perubahan dapat dirasakan secara langsung.
Seminar tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, mahasiswa, serta berbagai perguruan tinggi di Lampung Selatan.
Apresiasi Terobosan Pemerintah Kabupaten Lampung SelatanBima Arya mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama.
Pembenahan sektor pendidikan menjadi salah satu capaian yang mendapat perhatian dari Kementerian Dalam Negeri.
Pembangunan infrastruktur juga dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, upaya memperkuat identitas daerah turut mendapat apresiasi sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyinggung buku Babad Alas yang menjadi tema seminar nasional.
Ia menyampaikan, "Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat."
Buku Babad Alas Dinilai Sarat Pelajaran KepemimpinanSementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menurut Egi, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
Egi menilai buku Babad Alas memuat banyak pelajaran berharga tentang kepemimpinan, tantangan pemerintahan, serta proses pengambilan keputusan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia mengungkapkan, "Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar."
Menurut Egi, perubahan hanya dapat dicapai melalui keberanian mengambil keputusan, kolaborasi antarpihak, dan konsistensi dalam bekerja.
Ia juga mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta memperluas wawasan sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Egi menekankan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki integritas, adaptif terhadap perubahan, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas diharapkan menjadi sarana lahirnya gagasan dan inspirasi baru sekaligus media pembelajaran bagi generasi muda dalam membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat guna menyongsong Indonesia Emas 2045.




