jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 18 dai diberangkatkan ke Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi.
Para dai akan bertugas memperkuat pembinaan dan pendampingan mualaf di wilayah tersebut.
BACA JUGA: Perkuat Dakwah Moderat, Ketua Majelis Az-Zikra Temui Wamenag
Wakil Ketua BAZNAS Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, penugasan 18 dai itu merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat pembinaan keagamaan bagi para mualaf, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menurut Zainut, para dai akan menjalankan tugas tidak hanya menyampaikan dakwah, tetapi juga mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, pendidikan, dan penguatan akidah secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Baznas Gandeng Kemdiktisaintek Perkuat Program Beasiswa dan Pemberdayaan
"Program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.
Dia menilai kolaborasi BAZNAS dan Ponpes Al Fath menjadi sinergi strategis karena menggabungkan kekuatan lembaga zakat dengan sumber daya dai yang dimiliki pesantren untuk menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan pembinaan.
BACA JUGA: Momentum Tahun Baru Islam, Baznas Dorong Transformasi Layanan bagi Mustahik
Zainut berpesan agar seluruh dai mengedepankan pendekatan bil hikmah selama menjalankan tugas.
Menurutnya, dakwah harus dilakukan secara bijaksana, santun, dan mengutamakan dialog agar lebih mudah diterima masyarakat.
"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.
Dia juga meminta para dai memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Pendekatan yang humanis dan penuh empati dinilai menjadi kunci dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya para mualaf.
Melalui penugasan 18 dai tersebut, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap pembinaan mualaf di Pulau Buru makin optimal, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperluas manfaat program dakwah berbasis pemberdayaan masyarakat. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




