PLN Ungkap 2 Pembangkit Besar Bermasalah, Penyebab Listrik Jawa Padam Bergilir

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT PLN (Persero) mengungkap pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di Pulau Jawa tak hanya dipicu kendala pasokan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal/MRC), tetapi juga akibat gangguan teknis yang menimpa dua pembangkit listrik berkapasitas besar.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan gangguan pada dua pembangkit milik produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) tersebut membuat pasokan listrik ke sistem Jawa mengalami tekanan di tengah ketatnya pasokan batu bara.

“Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Jumat (19/6), dikutip Minggu (21/6).

Menurut Darmawan, kombinasi gangguan teknis pembangkit dan terbatasnya pasokan batu bara MRC menjadi penyebab utama PLN harus melakukan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Atas kondisi itu, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. “Pertama-tama, kami atas nama PT PLN Persero ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan, PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus melakukan berbagai langkah percepatan pasokan batu bara ke pembangkit.

Darmawan mengatakan pasokan batu bara MRC kini mulai mengalir ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) strategis di Jawa, baik yang dioperasikan PLN maupun mitra swasta.

Di wilayah Jawa bagian barat, pasokan telah disalurkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya Unit 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara di Jawa bagian timur, distribusi batu bara dilakukan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik meski masih ada kendala pasokan batu bara untuk pembangkit.

Bahlil mengatakan, masih ada kebutuhan pasokan batu bara kalori menengah 5.200 kcal/kg GAR selama Juni 2026, yang tengah dicari solusinya melalui pembentukan tim pengadaan lintas sektor.

"Ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium, kalori yang 5.200. Kita, kan, tahu bahwa sekarang, kan, kalori batu bara kita ini semakin hari, kan, semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya enggak ada masalah," kata Bahlil.

Dia mengakui ada kendala pasokan batu bara untuk pembangkit PLN. Dari total kebutuhan 154 juta ton sepanjang tahun ini, yang baru terkontrak 134 juta ton, sehingga kurangnya 18-20 juta ton. Namun, dia memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Seru Ciptakan Quality Time Bareng Keluarga dengan Xiaomi TV S Mini LED 2026
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Ungkap Temuan dari Penggeledahan Kantor Imigrasi Bali
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Harapan Haji Faisal saat Fuji dan Rakin Khan Disebut Dekat
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
PP Persis Apresiasi Haji 2026, Soroti Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kronologi Anak Perempuan Dibakar Ibu Tiri di Sentani Papua, Meninggal Dunia Usai Dirawat 12 Hari
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.