Bisnis.com, JAKARTA — Kualitas udara Jakarta hari ini menempati peringkat kedua terburuk di dunia setelah Kinshasa (Republik Demokratik Kongo), Minggu (21/6/2026).
Melansir situs IQAir, pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) wilayah Jakarta tercatat di angka 162. Hal tersebut menunjukkan udara tergolong kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 78 mikrogram per meter kubik.
IQAir menjelaskan tingkat kualitas udara tersebut tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor. Selain itu diimbau untuk menggunakan alat pemurni udara.
Adapun, kualitas udara dimasukkan dalam kategori baik apabila tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Baca Juga
- Kualitas Udara Jakarta Juara 2 Terburuk di Dunia saat Iduladha 1447 H
- Udara Jakarta Hari Ini Masuk Kategori Sehat, Kalahkan Seoul hingga London!
- IQAir: Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Masuk 10 Terburuk di Dunia
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) di angka 164, urutan ketiga Manama (Bahrain) di angka 158, urutan keempat Lahore (Pakistan) di angka 152, dan urutan kelima Doha (Qatar) di angka 148.





