Israel membunuh jurnalis foto Al Jazeera, Ahmed Wishah, dalam serangan di Gaza karena tuduhan menjadi anggota Hamas. Al Jazeera membantah dan menyebut Israel melemparkan tuduhan palsu.
"Jaringan Media Al Jazeera mengutuk tuduhan tak berdasar tentara pendudukan Israel, yang berupaya membenarkan kejahatannya terhadap jurnalis dan juru kamera Al Jazeera di Gaza, yang terbaru adalah pembunuhan juru kamera Ahmed Wishah," demikian pernyataan Al Jazera di situsnya, Minggu (21/6/2026).
"Sejak Oktober 2023, kampanye hasutan Israel tak henti-hentinya menyebarkan tuduhan palsu dan tuduhan tak berdasar terhadap staf Al Jazeera," imbuhnya.
Al Jazeera menganggap klaim itu adalah kampanye kotor Israel untuk menargetkan jurnalis dan juru kamera mereka yang mengungkap genosida di Gaza.
"Jaringan Al Jazeera menganggap kampanye kotor ini sebagai upaya transparan dan sia-sia untuk membenarkan penargetan yang disengaja terhadap jurnalis dan juru kamera yang 'kejahatan' mereka hanyalah tekad berani mereka untuk mendokumentasikan dan mengungkap genosida yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza. Upaya-upaya ini tidak menipu siapa pun dan tidak dapat mengaburkan kebenaran yang disaksikan dunia," jelasnya.
Al Jazeera menyerukan organisasi kebebasan pers untuk mengambil tindakan untuk melindungi jurnalis yang bertugas di Jalur Gaza.
"Al Jazeera menyerukan kepada organisasi kebebasan pers dan orang-orang yang mempunyai hati nurani di seluruh dunia untuk mengambil tindakan segera guna melindungi semua jurnalis di Jalur Gaza dan memastikan keselamatan mereka, memungkinkan mereka menjalankan tugas profesional mereka bebas dari intimidasi, ancaman, atau bahaya," ungkapnya.
Sebelumnya, dilansir AFP, militer Israel mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan yang menewaskan jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah di Gaza. Israel menuduh Wishah adalah "teroris Hamas".
"IDF mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Ahmed Wishah, yang merupakan teroris Hamas," kata seorang juru bicara militer kepada AFP.
Juru bicara tersebut tidak segera memberikan bukti untuk mendukung klaim militer tentang Wishah, tetapi mengatakan "akan ada pernyataan yang dikeluarkan dengan detail lebih lanjut".
(lir/lir)





