Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai arahan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kepada PSI untuk mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka agar dua periode merupakan bagian dari manuver politik. Menurutnya, Jokowi ingin mengunci duet Prabowo-Gibran sejak dini.
"Jokowi ingin mengunci duet Prabowo-Gibran sejak dini sekaligus penegasan bahwa Jokowi terus ingin berkoalisi dengan Prabowo," kata Adi kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, arahan tersebut juga menunjukkan adanya upaya untuk mengunci konfigurasi politik ke depan. Sebab, dia menilai banyak yang akan mengincar posisi cawapres dari Prabowo.
"Sebab, yang ngincar posisi cawapres Prabowo pasti sangat banyak, mulai dari ketum partai koalisi hingga kalangan menteri dan pejabat negara, cuma tak diungkapkan. Sebab itu, Jokowi ingin mendahului yang lain menyodorkan proposal politik Prabowo-Gibran dua periode," katanya.
Adi juga menyoroti skenario politik jika Gibran tak kembali mendampingi Prabowo di Pilpres 2029. Menurutnya, hal itu akan membuka ruang spekulasi baru terkait arah politik Jokowi.
"Yang jadi tanda tanya, kalau Gibran tak jadi cawapres Prabowo apa manuver politik Jokowi? Terus dukung Prabowo tanpa syarat, atau akan majukan Gibran sebagai capres," ujarnya.
"Banyak pihak yang berspekulasi Jokowi akan usung Gibran sebagai capres 2029 jika tak duet lagi bareng Prabowo," sambungnya.
Adi mengatakan apabila kondisi itu terjadi, maka sama dengan situasi pada Pilpres 2009. Saat itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersaing dengan Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK), padahal keduanya sebelumnya merupakan pasangan Presiden dan Wakil Presiden di 2004.
"Banyak juga pihak yang mendorong Jokowi majukan Gibran sebagai capres 2029 jika tak duet lagi dengan Prabowo, alasannya karena Jokowi adalah sosok yang pernah kalahkan Prabowo di dua pilpres. Tinggal uji ulang kesaktian Jokowi untuk bersaing dengan Prabowo di 2029," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meminta partainya hingga simpatisan untuk mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bestari menyebut tak ada matahari kembar menindaklanjuti Jokowi yang berencana untuk keliling Indonesia.
"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).
Bestari mengungkap pesan saat bertemu dengan ayah Kaesang Pangarep tersebut di Solo, Kamis (18/6) pagi. Bestari mengatakan Jokowi mengingatkan untuk jaga keharmonisan dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang tengah berjalan.
"Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di manapun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi," katanya.
(amw/idh)





