Trump Jamin Selat Hormuz Tetap Terbuka, Iran Langsung Umumkan Penutupan Jalur Minyak Terpenting Dunia

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah muncul pernyataan yang saling bertolak belakang dari Amerika Serikat dan Iran terkait status Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pelayaran kapal melalui Selat Hormuz akan tetap berlangsung bebas selama masa gencatan senjata 60 hari maupun setelah periode tersebut berakhir. Namun, pada hari yang sama, Iran justru mengumumkan penutupan selat tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran kesepakatan damai oleh Amerika Serikat dan berlanjutnya serangan Israel di Lebanon.

Baca Juga :
Delegasi Iran Terbang ke Swiss, Desak AS Patuhi Komitmen
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Kenapa?

Pernyataan kedua pihak tersebut menambah ketidakpastian situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan dunia internasional.

Trump Pastikan Pelayaran Tetap Bebas

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu, 20 Juni 2026, Donald Trump menegaskan bahwa kapal-kapal tetap dapat melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama masa gencatan senjata yang berlangsung selama 60 hari.

Trump juga menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan tetap berlaku setelah masa gencatan senjata berakhir.

“Tidak akan ada biaya di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata, dan tidak akan ada biaya setelah periode 60 hari tersebut berakhir,” tulis Trump.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian dunia terhadap perkembangan konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, serta Israel di kawasan Timur Tengah.

Meski memberikan jaminan mengenai kebebasan pelayaran, Trump tidak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya kebijakan berbeda pada masa mendatang.

Menurut dia, apabila proses perdamaian dengan Iran gagal mencapai kesepakatan yang diharapkan, Amerika Serikat dapat mempertimbangkan pemberlakuan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Trump menyebut kebijakan tersebut dapat diterapkan sebagai bentuk kompensasi atas layanan yang diberikan serta untuk menutupi berbagai biaya yang telah dikeluarkan.

Iran Sebut AS Langgar Kesepakatan Perdamaian

Di sisi lain, Iran mengambil langkah yang berlawanan dengan mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.

Pengumuman tersebut disampaikan militer Iran pada Sabtu, 20 Juni 2026. Teheran menilai Amerika Serikat telah melanggar nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) perdamaian yang sebelumnya disepakati.

Baca Juga :
Intelijen AS Peringatkan Trump: Netanyahu Berpotensi Gagalkan Kesepakatan Damai dengan Iran
AS: Hizbullah dan Israel Sepakat Gencatan Senjata
Donald Trump Kirim Utusan ke Swiss Temui Iran, Ini Daftar Isu Krusial yang Dibahas untuk Akhiri Perang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Percepat Penanganan Empat Kubangan Dampak Gempa Sigi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini, Minggu (21/6/2026): Belanda, Jerman, Spanyol Main
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Sensor NASA Ungkap Perubahan Drastis IKN dari Langit
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Diabetes Bisa Picu Serangan Jantung Diam-Diam, Dokter Ingatkan Pasien Rutin Periksa
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Usai teken memorandum, AS dan Iran gelar negosiasi teknis di Swiss
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.