KEDIPAN mata Komandan Kompi A Ranger Mobile Brigade (Mobbrig) atau Resimen Pelopor Brigade Mobil (Brimob) Irjen Loemy membawa maut. Kedipan tersebut membuat tawanan tewas ditembak dari jarak 5 meter.
Peristiwa nahas itu ketika Loemy memimpin 2 peleton Ranger untuk menumpas sisa-sisa PRRI di Sumatera pada tahun 1961. Loemy sudah memimpin Resimen Pelopor Brimob sejak 1959. Baca juga: Dahsyat! Bisikan Komandan Brimob Ini Berujung Penarikan Pasukan RPKAD
Ketika penumpasan pemberontak, Loemy yang masih berpangkat perwira pertama atau AKP harus berhadapan langsung batalion-batalion Angkatan Darat Letkol Nawawi.
Kepiawaian Loemy berawal ketika hendak menginterogasi tawanan pemberontakan DI/TII Daud Beureuh di Balai Desa Katesa, Sungai Hiu.
Baca Juga:Kronologi Bus Sudiro Tungga Jaya Terbalik di Tol Jombang, 10 Orang Luka-LukaMenurut buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, saat itu petugas jaga adalah Agen Polisi II Tholib dan Agen Polisi II Kartimin.Proses interogasi berjalan alot karena tawanan perang enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Sontak, Loemy pun memberikan kode pada Agen Kartimin dengan kedipan mata.
Maksudnya agar sang agen menakut-nakuti tawanan supaya buka mulut. Namun, apa yang terjadi, Kartimin justru salah menafsirkan kemudian langsung melepaskan tembakan ke arah tawanan dari jarak 5 meter.
Peluru kaliber 5,56 dari senapan AR 15 milik Kartimin saat itu juga membuat tawanan tersungkur dan tewas di tempat.
Hal tersebut membuat Loemy sangat marah dan langsung menampar Agen Kartimin dua kali sambil berteriak “Kenapa ditembak…!”.Kartimin yang ditampar sangat terkejut karena kode kedipan mata Loemy, dia anggap perintah untuk mengeksekusi tawanan. Loemy lantas menyadari bahwa perintahnya salah diterjemahkan.
Setelah meluruskan maksud kode kedipan mata, Loemy memerintahkan dua anak buahnya mengurus jenazah tawanan tadi.
Sepanjang kariernya di kepolisian, Loemy memang dikenal sebagai sosok disiplin dan tegas jika anak buahnya melakukan kesalahan fatal. Dalam segala hal sampai-sampai jika celana dinas anak buahnya terlihat kusut, dia bisa membatalkan izin cuti yang bersangkutan.
Baca Juga:Kejagung Musnahkan 14 Jam Tangan KW Milik Terpidana Jimmy SutopoHal tersebut yang mengantarkannya ke puncak karier menjadi Komandan Korps Brimob tahun 1975-1978 dengan pangkat Brigjen Pol. Memasuki masa pensiun, pangkat Loemy naik menjadi Irjen Pol atau jenderal bintang 2.
#daerah



