Jakarta, tvOnenews.com- Kasus dugaan penyekapan selama 3 tahun di Bandung tengah mewarnai media sosial dan pemberitaan. Baru-baru ini keluarga korban memberi tahukan kondisi YTT.
- dok.kolase tvOnenews.com /Instagram humas polda jabar
Dalam keterangannya, kakak Korban, YTT (30) mengatakan sang adik masih dalam perawatan di Rumah Sakit. Ini membuat keluarga sedih karena kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan selama 3 tahun masih didalami Polda Jabar.
Sebab YTT sempat dinyatakan hilang selama 3 tahun lamanya. Ternyata muncul kabar dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RHSH) di Bandung, jika sang adik dirawat.
Setelah dilihat, Afif sebagai kakak YTT hampir tidak mengenali. Sebab korban dalam kondisi mengenaskan, beredar kabar korban mengalami luka bagian kepala, mulut dan kaki.
Dengan ini, Afif menjelaskan sang adik sepertinya harus belajar jalan lagi. Sebab efek dari luka yang dialaminya.
"Karena kan adik saya juga nggak bisa lihat sekarang jalan pun mungkin nanti harus belajar lagi. sebelumnya juga diikat katanya kan," kata Afif dalam YouTube TvOnenews, Minggu (21/6).
"kan juga (luka) dibagian kepala dan kaki," sambungnya.
- dok.kolase tvOnenews.com /Youtube tvOnenews
Sebagaimana diketahui, kasus ini mencuat setelah kakak korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Jawa Barat pada 12 Juni 2026.
Laporan tersebut kemudian teregistrasi dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.
Kemudian, Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan YTT diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial TH.
“Korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial TH,” kata Hendra dalam keterangannya di Bandung, Rabu (17/6/2026).
Sejauh ini, Polda Jawa Barat masih menyelidiki dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTT, seorang perempuan berusia 30 tahun yang ditemukan dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Pihaknya juga mengklaim masih memburu pelaku berinisial TH yang diduga kekasih dari korban YTT.
"Kita berjibaku mencari pelaku, dan dari hasil.mapping kita dia memang berpindah-pindah. Beberapa waktu kita grebek dan ternyata masih bisa meloloskn diri," jelas Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, dalam instagram Humas Polda Jabar, 21 Jun 2026.(klw)




