Isu miring yang menyeret nama mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono terkait dugaan keterlibatan dalam gerakan penggulingan pemerintah sah akhirnya mendapat bantahan keras.
Hendropriyono menegaskan dirinya maupun orang-orang di lingkar dekatnya sama sekali tidak terlibat dalam aktivitas yang dituduhkan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikannya untuk merespons pertanyaan publik terkait isu adanya pihak-pihak di sekitarnya yang disebut berada di balik gelombang aksi kritik keras terhadap pemerintah.
"Saya menegaskan bahwa saya dan orang-orang yang dekat dengan saya tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah," kata Hendropriyono dalam keterangannya, dikutip Minggu (21/6/2026).
Lebih jauh, Hendropriyono menekankan bahwa dalam negara demokrasi, penyampaian pendapat di muka umum harus tetap berjalan dalam koridor hukum dan konstitusi. Ia menyebut tuduhan yang mengaitkan dirinya atau pihak terdekatnya dengan agenda penggulingan pemerintah tanpa bukti sah sebagai bentuk fitnah dan hoaks.
Baca Juga: PDIP Sentil Posisi DPR: Kalau Cuma Nurut Pemerintah, Bedanya dengan Orde Baru Apa?
Menurutnya, sejak dahulu ia telah mengabdikan diri untuk negara melalui berbagai penugasan. "Prinsip saya tetap sama, menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kritik dalam sistem demokrasi tidak boleh diarahkan untuk menjatuhkan atau merebut kekuasaan. “Hal itu bukanlah jalan yang saya yakini,” sebutnya.
Ia menegaskan komitmennya terhadap sumpah prajurit yang menurutnya tetap dipegang sejak masih aktif hingga kini menyandang status purnawirawan. Baginya, pengabdian kepada negara berarti menjaga keutuhan bangsa, bukan sebaliknya.
"Sejak dulu, saya dan teman-teman tentara, yang sekarang purnawirawan, apalagi yang masih aktif, mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip kami sama, menjaga keutuhan Republik Indonesia yang Pancasilais, UUD 1945, dan stabilitas nasional," jelasnya.
Di tengah derasnya arus informasi, Hendropriyono turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
"Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap hoaks, apalagi simulakra. Selalu periksa fakta sebelum menyebarkan informasi, jangan main forward aja," tambah dia.





