Delegasi Iran tiba di Swiss pada Sabtu (20/6) malam menjelang perundingan dengan Amerika Serikat (AS) terkait implementasi kesepakatan penghentian perang di Timur Tengah.
Namun perhatian publik Iran tertuju pada pesawat yang membawa rombongan tersebut, yakni pesawat bernama "Minab168".
Kehadiran pesawat itu dikaitkan dengan tragedi tewasnya 168 anak-anak sekolah dasar putri di Minab saat serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Ketua Parlemen Iran yang juga memimpin delegasi negaranya, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut mengunggah foto pesawat tersebut di media sosial X.
“Saya meyakini anak-anak tak berdosa Minab dan seluruh syuhada Iran mengawasi setiap tindakan dan perilaku saya setiap saat,” tulis Ghalibaf.
Menurutnya, rakyat Iran dan para syuhada memiliki harapan yang harus dijaga dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.
“Semoga saya tidak pernah mempermalukan para syuhada dan rakyat Iran,” lanjutnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi delegasi Iran telah tiba untuk mengikuti pembicaraan terkait implementasi nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani Teheran dan Washington.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, juga melaporkan kedatangan delegasi tersebut di Swiss.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance juga bertolak ke Swiss di hari yang sama. Ia menyebut akan membahas isu nuklir dan gencatan senjata di Lebanon.
“Saya hanya bisa berada di sana satu atau dua hari. Saya berharap kami akan membuat kemajuan dalam isu nuklir, serta kemajuan dalam isu gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya akan menjadi fokus kami,” kata Vance kepada wartawan sebelum berangkat dari Joint Base Andrews, dikutip dari AFP.





