Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah kabar yang menyebut pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa terjadi akibat kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Menurut Bahlil, pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan tambang batu bara nasional. Karena itu, ia menilai tidak ada persoalan terkait ketersediaan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik.
Bahlil menegaskan bahwa kebutuhan batu bara PLN setiap tahun mencapai sekitar 154 juta ton. Untuk menjamin pasokan tersebut, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM telah memberikan penugasan kepada sejumlah perusahaan batu bara nasional dengan volume yang bahkan melebihi kebutuhan PLN.
"Kebutuhan batu bara PLN itu 154 juta ton. Dari 154 juta ton itu Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional sebesar 180 sampai 190 juta ton," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.
Bahlil Sebut Pasokan Batu Bara PLN Tidak BermasalahBahlil menjelaskan bahwa dari total penugasan yang diberikan kepada perusahaan tambang nasional tersebut, sebanyak 134 juta ton telah dikontrakkan.
Dengan kondisi itu, menurutnya masih tersisa sekitar 18 juta ton yang perlu dipenuhi. Namun angka tersebut tidak menunjukkan adanya kekurangan pasokan yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan nasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menjalankan tugasnya dalam memastikan ketersediaan batu bara bagi PLN.
Karena itu, jika terdapat kendala distribusi hingga pasokan batu bara belum tiba di pembangkit listrik, persoalan tersebut lebih berkaitan dengan aspek teknis dan logistik.
"Artinya tinggal sekitar 18 juta ton. Di mananya ada kekurangan? Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," tegas Bahlil.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas berbagai spekulasi yang berkembang mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah daerah.
Minta PLN Segera Ambil Langkah Mitigasi




