tvOnenews.com – Sebelum resmi melabuhkan karier kepelatihannya ke ibu kota bersama Persija Jakarta, juru taktik kawakan asal Korea Selatan Shin Tae-yong (STY) ternyata sempat didera isu miring di negara asalnya.
Eks pelatih Timnas Indonesia itu dilaporkan pernah terlibat konflik panas dengan salah satu anak asuhnya saat masih menukangi klub elite K-League, Ulsan HD.
Kala itu, Shin Tae-yong diterpa dugaan miring melakukan aksi kekerasan fisik terhadap pemainnya sendiri, Jung Seung-hyun.
- Tangkapan layar YouTube Persija Jakarta
STY dituduh telah menampar sang pemain di tengah masa baktinya bersama Ulsan HD, di mana potongan video rekaman yang diduga memuat momen konfrontasi tersebut sempat viral dan menghebohkan jagat media sosial.
Imbas dari bergulirnya isu panas tersebut, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) bahkan sempat melayangkan ancaman sanksi disiplin yang serius kepada STY pada akhir tahun 2025 lalu.
Mendapat tuduhan berat tersebut, Shin Tae-yong kala itu langsung melayangkan bantahan secara tegas. Ia mengklarifikasi bahwa filosofi dasar kepelatihan yang dianutnya sepanjang karier profesional tidak akan pernah membenarkan ataupun menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan fisik.
Di kalangan pencinta sepak bola sendiri, STY sebenarnya justru lebih dikenal sebagai figur pelatih yang memiliki kedekatan emosional luar biasa serta kerap melempar candaan hangat dengan para pemainnya.
Sebagai informasi, sebelum pusaran kasus ini mencuat ke permukaan publik, Shin Tae-yong sendiri sudah lebih dulu didepak dari kursi pelatih kepala Ulsan HD FC pada Oktober 2025 akibat rentetan hasil minor dan performa buruk yang diderita tim.
Isu benturan fisik tersebut tak pelak sempat memperpanjang daftar ujian berat yang harus dihadapi STY di tanah kelahirannya sendiri.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Kini, lembaran kelam di Negeri Ginseng tersebut dipastikan telah ditutup rapat seiring keputusan STY menandatangani kontrak kerja berdurasi tiga tahun bersama Persija Jakarta.
Presiden Persija Mohamad Prapanca menegaskan bahwa riak-riak kasus masa lalu yang terjadi di Korea Selatan dipastikan tidak akan terulang di dalam lingkungan internal skuad Macan Kemayoran.




