3 Tips Memilih Saham bagi Investor Pemula di Tengah Fluktuasi Harga

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Antusiasme masyarakat di daerah, khususnya Makassar, Sulawesi Selatan, dalam melirik instrumen investasi pasar modal terus menunjukkan tren positif. 

Kendati demikian, di tengah fluktuasi harga saham yang dinamis, investor pemula dituntut untuk memiliki pemahaman fundamental yang kuat sebelum menempatkan modalnya.

Head of Department Customer Engagement & Market Analysis PT BRI Danareksa Sekuritas Chory Agung Ramdhani mengungkapkan ada tiga parameter utama yang wajib diperhatikan oleh masyarakat atau investor pemula sebelum melakukan penetrasi ke pasar saham.

"Pertama, pemahaman mendalam terhadap produk saham. Investor ritel pemula disarankan untuk benar-benar mengenali model bisnis dan produk dari emiten yang akan dibeli. Sebagai langkah awal, objek investasi bisa diarahkan pada emiten yang produknya familiar atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya kepada Bisnis usai pelaksanaan BRI Consumer Expo di Makassar, Sabtu (20/6/2026).

Kedua, mencermati kinerja profitabilitas atau keuntungan perusahaan. Investor perlu membedah bagaimana sebuah emiten menghasilkan laba dalam proses operasionalnya, serta memastikan grafik keuntungan tersebut mencatatkan pertumbuhan yang konsisten.

Ketiga, aspek likuiditas saham. Investor harus memastikan saham yang dibidik memiliki likuiditas yang tinggi di pasar reguler.

Baca Juga

  • IHSG Berpeluang Rebound, BRI Danareksa: Saatnya Koleksi Saham Harga Diskon
  • Pilah-Pilih Deposito, Obligasi, Emas atau Saham saat Suku Bunga Tinggi
  • Ramalan Nasib Saham MYOR, ICBP Cs Saat Konflik AS-Iran Mereda

"Hal ini penting agar saat investor ingin membeli atau menjual saham, ada nilai transaksi di pasar yang memadai sehingga eksekusi dapat dilakukan dengan mudah," ujar Chory. 

Pada kesempatan yang sama, Technical Analyst PT BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menekankan pentingnya pendekatan praktis bagi pemula yang ingin memulai investasi maupun perdagangan trading saham. Menurutnya, pemahaman teori harus diimbangi dengan aksi nyata di pasar.

"Yang pertama, coba saja dulu. Karena memang trading dan investing itu adalah sesuatu yang harus dipelajari. Kalau misalnya kita belajar tanpa ada aksi, mungkin tidak akan ada hasilnya," papar Reza.

Meski mendorong untuk segera memulai, Reza mengingatkan agar langkah awal tersebut tetap dibarengi dengan manajemen risiko yang terukur. Investor dituntut untuk memahami kalkulasi risiko dan potensi imbal hasil, serta karakteristik dari aset atau sektor saham yang dipilih.

Sementara itu, tingginya tingkat literasi dan minat investasi di luar Pulau Jawa tercermin dari membeludaknya partisipasi warga Makassar dalam kegiatan edukasi pasar modal tersebut. Antusiasme ini ditandai dengan kapasitas area edukasi yang terisi penuh oleh peserta.

Tingginya kehadiran masyarakat dinilai menjadi indikator kuat bahwa minat investasi di koridor publik Makassar tengah mengalami pertumbuhan signifikan.

Merespons fenomena tersebut, manajemen sekuritas menilai penetrasi edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan menjadi krusial. Hal ini ditujukan agar tingginya minat investasi masyarakat dapat diakomodasi melalui koridor transaksi yang sehat, benar, dan berbasis analisis yang rasional di pasar modal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Kota Bandung 21 Juni 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
ESQ Group Berikan Beasiswa Kuliah untuk Siswa Sekolah Rakyat
• 18 jam laludetik.com
thumb
Refly Harun Ungkap Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Usai Penangkapan | SAPA MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Orang tua & murid Batam dukung keberlanjutan Program MBG lewat pawai
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Pemadaman Listrik Bukan Karena Batu Bara Langka, Bahlil Ungkap Penyebab Sebenarnya! | KOMPAS MALAM
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.