JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Manggarai, Jakarta Selatan, Muhamad Arafat, mengungkap dugaan penyebab genangan yang muncul di sekitar Jalan Manggarai Selatan II.
Ia tidak memungkiri bahwa genangan terjadi di kawasan tersebut dalam dua pekan terakhir. Karena itu, Arafat mengerahkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk mengeruk sedimen dan membersihkan sampah.
Baca juga: Genangan Tak Kunjung Surut di Manggarai Jaksel, PPSU Keruk Saluran dan Angkut Lumpur
"Kami tidak memungkiri ada sekitar dua minggu. Tapi kan dengan pembersihan sampah, hilang. Ternyata kok kami perhatiin ada lagi, ada lagi. Makanya kita buat laporan ke PAM Jaya," ucap Muhamad Arafat saat ditemui di Jalan Manggarai Selatan, Minggu (21/6/2026).
Arafat menduga genangan tersebut disebabkan oleh kebocoran pipa air bersih milik PAM Jaya yang menggenangi Jalan Manggarai Selatan.
"Penyebabnya yang pertama memang diindikasikan ada kebocoran pipa PAM. Makanya kemarin dari tim PAM Jaya itu melakukan pengecekan dan perbaikan," kata Arafat.
Baca juga: Genangan Abadi di Jaksel Muncul Lagi Sepekan Usai Disedot dan Jalan Diperbaiki
Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah genangan benar-benar disebabkan oleh kebocoran pipa. Sebab, tim PAM Jaya masih melakukan pengecekan secara menyeluruh.
Selain dugaan kebocoran pipa air bersih, Arafat menyebut genangan di kawasan tersebut juga diduga dipicu oleh pendangkalan saluran.
"Ada sedimen. Itu disebabkan karena saluran air ini tidak bisa maksimal dikarenakan saluran melintasi proyek Double-double track, milik KAI. Nah, sementara kita pernah melakukan pengecekan, posisi elevasinya adalah begini, lebih naik di dalam," tutur Arafat.
Baca juga: Warga Kritik Penambalan ‘Genangan Abadi’ Pesanggrahan: Sampai Tahun Jebot Juga Enggak Bakal Beres
Menurut dia, perbedaan elevasi saluran tersebut diduga menyebabkan aliran air beberapa kali menggenangi badan jalan.
"Tapi ketika hujan deras ini akan mengalir seperti biasa karena ada tekanan jadi air bisa menggalir. Tetapi kalau enggak hujan, air ngumpul, kalau sudah ngumpul di ujung, maka dia akan menggenang di sini (pinggir jalan)," kata Arafat.
Oleh karena itu, Arafat mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan KAI terkait kondisi saluran tersebut.
Baca juga: Saluran Air Disumbat, Genangan Abadi di Pesanggrahan Jaksel Tak Kunjung Surut
"Sudah (bersurat) Belum ada jawaban lebih lanjut. Makanya kami besok akan sounding kembali, kami akan kolaborasi lagi, koordinasi lagi dengan pihak kantor proyek," katanya.
"Bagaimana, apakah kita bisa menembus untuk pengecekan secara maksimal ke dalam, atau kita buat saluran baru," tuturnya.
Sementara itu, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait dugaan kebocoran pipa.
Baca juga: Genangan Abadi di Pesanggrahan Jaksel Mulai Disedot dan Jalanannya Ditambal
"Sampai saat ini kami masih memastikan dulu apakah itu dari pipa kita atau bukan, nanti saya update kembali ya," ucap Gatra.





