Palu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo) mencatat sebanyak 285 jiwa atau 91 Kepala Keluarga (KK) warga di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terdampak gempa magnitudo (M)6,7.
"285 jiwa terdampak bencana tersebar di 19 desa tujuh kecamatan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia menjelaskan data tersebut telah dilakukan asesmen lapangan dan segera dikunci, selanjutnya dilaporkan ke BPBD Sulawesi Tengah untuk penanganan lanjutan.
Baca Juga :
Terjadi 703 Gempa Susulan Pascagempa M6,7 di Sulteng"Lima fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan, 3 bangunan rusak ringan dan 2 bangunan lainnya rusak sedang," ujarnya.
Ia mengemukakan pada masa tanggap darurat berlangsung sejak 17 hingga 23 Juni 2026, Pemkab Parigi Moutong telah melakukan langkah-langkah percepatan yakni asesmen lapangan maupun penyaluran bantuan kebencanaan berupa logistik pangan dan kebutuhan mendesak lainnya.
"Bantuan sudah kami salurkan semua kepada korban gempa sebanyak 100 paket, 25 paket diantaranya dari BPBD dan 75 paket dari Dinas Sosial. Bantuan itu diberikan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ucapnya.
Dampak gempa M6,7 di Sulteng. Dok: BPBD Kabupaten Poso
Dia mengatakan, masa tanggap darurat Pemkab Parigi Moutong tidak membuka posko kesehatan, melainkan memaksimalkan fasilitas kesehatan (Puskesmas) di sekitar wilayah terdampak.
Sementara itu BPBD Kabupaten Sigi melaporkan, hingga Sabtu, 20 Juni 2026, jumlah rumah rusak akibat bencana gempa di daerah tersebut mencapai 2.335 unit, terdiri dari rusak ringan 1.955 unit, rusak sedang 226 unit dan rusak berat 154 unit. Lalu total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dengan jumlah 2.775 kepala keluarga (KK), dengan rincian korban luka berat 17 orang dan luka ringan 108 orang serta tiga warga meninggal dunia.




