Jember (beritajatim.com)- Dalam rangka mewujudkan jurnalis warga yang profesional, kredibel, dan informatif di tengah masyarakat, DPD LDII Kabupaten Jember menggelar Pelatihan Jurnalistik pada Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula DPD LDII Jember tersebut diikuti puluhan peserta dari kalangan generasi muda LDII yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember.
Pelatihan yang mengusung tema “Membangun Narasi Positif, Menghadirkan Jurnalisme Warga yang Profesional, Kredibel, dan Informatif” ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi media dan keterampilan jurnalistik warga LDII di era digital.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember yang diwakili oleh Kepala Bidang Informasi dan Media, Sandi, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dari sejumlah praktisi media dan organisasi profesi, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Beritajatim.com, dan Radar Jember.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik merupakan bagian dari implementasi dakwah amar ma’ruf bil qolam atau dakwah melalui tulisan.
“Pelatihan jurnalistik yang kita selenggarakan pada hari ini merupakan salah satu bentuk implementasi dakwah bil qolam. Melalui tulisan, berita, artikel, foto, video, dan berbagai konten digital yang diproduksi secara profesional, kita dapat menyampaikan nilai-nilai kebaikan, menyebarkan informasi yang benar, mengedukasi masyarakat, serta mengajak kepada hal-hal yang positif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui lisan (bil lisan), tetapi juga melalui tulisan (bil qolam) dan perbuatan (bil hal). Oleh karena itu, kemampuan jurnalistik menjadi salah satu sarana strategis untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat luas.
Malik berharap para peserta tidak hanya memandang jurnalistik sebagai keterampilan teknis semata, melainkan juga sebagai sarana ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap informasi yang kita tulis dan sebarkan hendaknya menjadi media untuk mengajak kepada kebaikan serta mencegah berbagai bentuk kemungkaran, hoaks, fitnah, dan informasi yang menyesatkan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan jurnalis LDII harus mampu menjadi penerang di tengah masyarakat dengan menghadirkan informasi yang menyejukkan, membangun optimisme, memperkuat persatuan, serta memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi umat dan bangsa.
“Jurnalis LDII harus hadir sebagai bagian dari solusi. Mereka harus mampu membangun narasi positif, menjaga etika jurnalistik, serta menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD LDII Jember juga menyerahkan buku “Kebajikan LDII” kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi. Buku yang ditulis oleh kalangan cendekiawan Nahdlatul Ulama tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan pemahaman serta memperkuat semangat kebangsaan dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pelatihan ini, DPD LDII Jember berharap lahir jurnalis-jurnalis warga yang mampu memanfaatkan media secara bijak, profesional, dan bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan terwujudnya Jember Baru, Jember Maju. [Humas LDII Jember]




