Sembilan siswa lulusan sekolah menengah atas asal Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya, lolos seleksi penerimaan beasiswa belajar Fast Retailing Foundation (FR Foundation) dari Uniqlo untuk belajar ke negeri sakura Jepang. Kesembilan siswa angkatan pertama itu akan memulai studi di beberapa universitas ternama di Jepang mulai musim gugur tahun ini. Mereka sebelumnya dinyatakan lolos dalam seleksi yang diikuti 600 siswa pelamar.
Sekretaris Jenderal Fast Retailing Foundation Yoshio Ishida, Rabu (17/6/2026), di Jakarta, mengatakan, bantuan beasiswa yang mereka berikan berupa bantuan pendidikan penuh yang tidak perlu dikembalikan (non-repayable grant). Nilainya mencakup biaya kuliah, biaya hidup, dan berbagai kebutuhan pendukung selama masa studi di Jepang.
FR Foundation juga melakukan terobosan berupa skema pendanaan khusus. Dengan skema pendanaan khusus, para penerima dapat memastikan bahwa mereka telah mendapatkan pendanaan sebelum proses penerimaan di universitas. Mereka dapat mendaftar ke universitas pilihan dengan kepastian dukungan finansial sejak awal.
”Pada beasiswa swasta lain, seorang siswa biasanya baru dinyatakan lulus (mendapat pendanaan) setelah dinyatakan masuk universitas di Jepang terlebih dulu. Sedangkan beasiswa kami, calon mahasiswa mendapatkan beasiswa lebih dulu untuk kemudian mereka mendaftar ke universitas yang dituju,” ujar Direktur FR Foundation Daisuke Kato.
Dengan begitu, calon mahasiswa dari Indonesia bisa tenang melanjutkan studi ke Jepang tanpa perlu terhambat kondisi ekonomi.
Program beasiswa ini pertama kali diluncurkan di Vietnam tahun 2022, lalu diperluas ke Indonesia tahun 2025. Tahun ini program yang sama juga akan dibuka di Filipina.
Beberapa universitas di Jepang yang kali ini dituju antara lain Kyoto University, Nagoya University, Tohoku University, Keio University, Waseda University, dan International Christian University. Ke depan, diharapkan jumlah universitas di Jepang yang bisa menampung para penerima beasiswa FR Foundation semakin bertambah.
Sedangkan beasiswa kami, calon mahasiswa mendapatkan beasiswa lebih dulu untuk kemudian mereka mendaftar ke universitas yang dituju.
Saat ini baru ada 12 universitas yang memiliki program perkuliahan berbahasa Inggris. Dengan bertambahnya jumlah kampus yang bisa menampung para penerima beasiswa FR Foundation, diharapkan jumlah penerima beasiswanya pun turut bertambah.
Idealnya, dengan jumlah populasi yang ada, peserta penerima beasiswa asal Indonesia bisa mencapai maksimal 30 orang. Saat ini, populasi Indonesia hampir menyentuh angka 289 juta jiwa.
Daisuke Hoshino dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menyebutkan, setiap tahun, jumlah pelajar dan mahasiswa yang berangkat dan melanjutkan studi ke Jepang terus meningkat. Setidaknya dalam 10 tahun terakhir, peningkatannya mencapai 1,8 kali lipat.
Menurut Hoshino, mereka menerima beasiswa dari berbagai sumber. Sumber tersebut, antara lain, program beasiswa resmi dari Pemerintah Jepang atau dari pihak swasta seperti yang diselenggarakan FR Foundation.
Indonesia termasuk salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang menjadi fokus penerima beasiswa belajar ke Jepang. Sebagai negara dengan jumlah populasi dan potensi ekonomi besar, Indonesia diharapkan bisa semakin banyak mengirimkan telenta-talenta terbaiknya untuk menempuh pendidikan ke Jepang.
Salah satu penerima beasiswa, Jovan Nugroho, yang merupakan lulusan dari SMA Kolese Kanisius, Jakarta, diterima di Kyoto University. Ia mengambil studi agrikultur, terutama terkait masalah pengendalian gulma.
”Beasiswa ini tidak ada ikatan, cuma ada permintaan minimal setelah lulus nanti saya menguasai bahasa Jepang untuk tingkatan N2. Saya ingin bisa berkontribusi di bidang saya setelah lulus nanti,” ujar Jovan.





