Dua Pekan Listrik Padam, Pendapatan UMKM Bandung Turun 50 Persen

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Sudah dua pekan terakhir pemadaman listrik melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat. Kondisi ini mengakibatkan pemasukan harian pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Bandung turun hingga 50 persen.  

Pemadaman listrik secara bergilir terjadi mulai dari wilayah Bandung Raya, Bekasi, hingga wilayah industrial seperti di Kabupaten Karawang sejak awal Juni 2026.  Rata-rata durasi pemadaman listrik terjadi sekitar tiga hingga empat jam.

Pemadaman tidak hanya terjadi di kawasan permukiman warga. Para pelaku usaha kecil menengah yang beraktivitas di tempat sendiri seperti ruko dan pinggir jalan terpukul dengan pemadaman listrik oleh PLN.

Irfan (27), salah satu karyawan usaha kuliner bebek goreng di Jalan Terusan Jakarta, Kecamatan Antapani, saat diwawancarai pada Minggu (21/6/2026), menuturkan, penghasilan harian tempat usahanya menurun hingga 50 persen selama dua pekan terakhir. Sebelum terjadi pemadaman listrik, tempat usaha Irfan meraup sekitar 2 juta per hari.

Tempat usahanya kini sepi pengunjung. Pelanggan Irfan tak mau makan di kedainya dalam kondisi gelap gulita. Sementara stok lilin di sejumlah toko hingga minimarket kosong.

“Tak ada pengunjung  yang mau makan di tempat saya dalam kondisi gelap gulita. Kinerja PLN sangat mengecewakan dan berdampak besar bagi perekonomian warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ahmad Djalil (28), salah satu penjual roti balok, kuliner khas Bandung. Ia mengatakan, pemadaman listrik menyebabkan salah satu alat elektronik sealer untuk penutup kemasan tak bisa beroperasi.

Ahmad mengkritik kinerja PLN yang dinilai tidak mampu mengatasi pemadaman listrik selama berminggu-minggu. Menurutnya, warga tidak membutuhkan permintaan maaf PLN namun upaya secepatnya untuk mengatasi masalah tersebut.

“Biasanya saya menjual roti balok mulai dari maghrib hingga tengah malam. Semenjak terjadi pemadaman listrik,  penghasilan harian tempat usaha saya hanya sekitar 500.000 ribu dari biasanya Rp 1 juta per hari,” ucapnya.  

Baca JugaListrik Padam, Warga dan Dunia Usaha Tanggung Pengeluaran Ekstra Jutaan Rupiah Per Hari

Sementara Acep (20), perwakilan karyawan pangkas Cukur Hade Barbershop di daerah Cikutra saat diwawancarai mengatakan, pemadaman listrik secara bergilir oleh PLN terjadi secara mendadak. Kondisi ini juga menyebabkan kegiatan operasional terhenti selama berjam-jam.  

“Akibat pemadaman listrik yang terus terjadi, kami tak bisa mencapai target harian 50 pengunjung per hari. Pemerintah jangan menutup mata atas masalah ini,” ujar Acep.

Sementara itu, pengamat ekonomi dan akademisi dari Universitas Pasundan, Bandung, Acuviarta Kartabi berpendapat, masalah pemadaman listrik berdampak pada aktivitas produksi. Hal ini juga berpengaruh terhadap pertimbuhan ekonomi di suatu daerah.

Ia menuturkan, mayoritas pelaku usaha kecil, mikro dan menengah tidak memiliki alat genset. Oleh karena itu, mereka sangat bergantung pada listrik yang disediakan oleh negara melalui PLN.

“Terkesan pemerintah tidak transparan terkait penyebab pemadaman listrik apakah karena ketersedian batu bara atau gangguan pada pembangkit.  Seharusnya masalah ini disikapi dengan serius karena menyangkut aktivitas perekonomian masyarakat,” kata Acuviarta.

Kendala teknis

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Nurmalitasari dalam siaran pers yang diterima Kompas mengakui, adanya kendala teknis operasional pada pembangkit. Hal inilah yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.

Nurmalitasari mengatakan, pihaknya tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Adapun untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak.

PLN juga masih terus  mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal. Atas masalah ini, PLN meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan,” kata Nurmalitasari.

Baca JugaSepekan Listrik Padam di Jawa Barat, Warga Protes karena Rugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah Venezuela dan Iran, Kini Kuba? Trump: Mungkin Saja
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aturan Pengetatan Outsourcing Bakal Diterbitkan Awal Juli 2026
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Melihat Upacara Adat Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Perahu
• 33 menit lalukumparan.com
thumb
My Hero Academia: All’s Justice Masuk Nintendo Switch 2 per 3 September
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Daftar Karakter Penting di Toy Story 5, Ada Mainan Baru dan Lama
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.