Bisnis.com, JAKARTA – Minat investor asing terhadap aset-aset keuangan Indonesia berdenominasi rupiah menunjukkan peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir, bahkan menjadi yang terbesar sepanjang tahun ini.
Berdasarkan catatan Mandiri Sekuritas, sepanjang periode 15 Juni –18 Juni 2026 investor global membukukan arus dana masuk bersih atau net inflow sebesar Rp35,9 triliun ke berbagai instrumen berbasis rupiah.
Head of Fixed Income Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan bahwa seluruh instrumen utama berbasis rupiah berhasil menarik minat investor asing pada pekan tersebut.
Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih menjadi pilihan utama investor asing dengan mencatat arus masuk bersih sebesar Rp29,3 triliun.
“Tingginya minat ini didukung oleh kenaikan imbal hasil atau yield SRBI serta upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan daya tarik aset-aset rupiah,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).
Sementara itu, obligasi pemerintah (SBN) juga tetap diminati dengan mencatat arus masuk dana asing sekitar Rp4,4 triliun, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Investor asing yang berturut-turut melakukan pembelian bersih di pasar obligasi ini menjadi pekan ke-13. Sejak pertengahan Maret 2026, total dana asing yang masuk ke pasar obligasi telah mencapai sekitar Rp28,7 triliun.
“Untuk goverment bonds, sebenarnya tidak terjadi tekanan jual asing yang masif, karena asing sudah light posisinya di SBN. Porsi kepemilikan asing sudah di bawah 13%,” tuturnya.
Menurut dia, kenaikan yield dan deeskalasi perang Timur tengah yang mendorong harga minyak turun mungkin menjadi katalis positif.
Di pasar saham, investor asing juga kembali melakukan pembelian bersih sebesar Rp2,2 triliun selama sepekan. Ini menjadi kabar positif karena merupakan arus masuk pertama setelah lima pekan berturut-turut terjadi arus keluar dana asing atau outflow dengan total mencapai Rp17,1 triliun.
Secara tahun berjalan (year-to-date/YtD) hingga 18 Juni 2026, aliran dana asing ke aset-aset berdenominasi rupiah masih mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) sebesar Rp86,4 triliun berdasarkan tanggal penyelesaian transaksi (settlement basis).
Kinerja positif tersebut terutama didorong oleh derasnya dana asing yang masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang telah mencapai Rp159,9 triliun sepanjang tahun ini.
Arus masuk ke SRBI tersebut mampu menutupi dana asing yang keluar dari pasar saham sebesar Rp65,1 triliun dan dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8,4 triliun pada periode yang sama.
Handy memperkirakan ekspektasi rupiah menguat juga menjadi salah satu pendorong asing untuk masuk lagi ke bonds Indonesia.





