-
-
-
-
-
Suasana haru terjadi di momen pengambilan rapor dan prosesi sungkeman siswa kelas IX SMPN 3 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Kamis (18/6/2026). Seorang siswa bernama Adi Taufik Suhartono diketahui mendapat pendampingan khusus dari petugas Pemadam Kebakaran atau Damkar Ciamis saat mengikuti rangkaian acara perpisahan sekolah.
Adi hadir didampingi petugas Damkar karena ibunya telah meninggal dunia, sedangkan ayahnya disebut sudah hampir 10 tahun tidak pulang. Oleh karena itu, keluarga meminta bantuan petugas Damkar untuk menjadi wali sekaligus mendampingi Adi dalam prosesi sungkeman dan pengambilan hasil belajar.
"Ibu kandung siswa tersebut telah meninggal dunia, sedangkan ayahnya sudah hampir 10 tahun tidak pernah pulang. Karena itu keluarga meminta bantuan kepada petugas Damkar untuk mendampingi yang bersangkutan saat prosesi sungkeman dan pengambilan hasil belajar," ujar Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis Budi Rahmat
Budi juga mengatakan, keluarga merasa Adi tidak memiliki sosok orang tua yang dapat hadir dalam acara tersebut. Oleh karena itu, mereka meminta pendampingan dari petugas Damkar. Petugas Pos WMK Banjarsari pun kemudian hadir di SMPN 3 Banjarsari setelah menerima permohonan dari pihak keluarga Adi.
Disebutkan bahwa ada dua petugas Damkar yang hadir mendampingi Adi adalah Dikri Nur Dena Tama dan Nurholis. Keduanya berada di sisi Adi selama acara berlangsung. Mereka juga mendampingi Adi saat prosesi sungkeman, salah satu momen paling emosional dalam acara perpisahan sekolah tersebut.
Rupanya kehadiran petugas Damkar mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan keluarga siswa lainnya. Bagi Adi, kehadiran dua petugas itu berhasil membuatnya merasa memiliki 'orang tua' yang seharusnya mendampinginya pada hari penting tersebut. (ND)





