Rusia dan Ukraina saling serang. Serangan Rusia menewaskan tiga orang di wilayah Dnipropetrovsk dan Poltava di Ukraina timur, sementara serangan Ukraina menewaskan empat orang di Krimea.
Dilansir AFP, Minggu (21/6/2026), Moskow dan Kyiv telah meningkatkan serangan satu sama lain dalam beberapa pekan terakhir. Sementara, pembicaraan yang dipimpin AS tentang upaya mengakhiri konflik yang dimulai pada Februari 2022 tetap terhenti.
"Satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan Rusia di tiga distrik Dnipropetrovsk," tulis kepala administrasi militer regional Oleksandr Ganzha di Telegram.
Korban tewas adalah seorang wanita berusia 70 tahun di distrik Nikopol. Kepala administrasi militer regional Poltava, Vitali Dyakivnych, mengatakan serangan Rusia pada Sabtu malam menewaskan dua orang dan melukai 13 orang, termasuk enam anak-anak.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menembak jatuh 239 drone Ukraina semalam. Selain itu, serangan Ukraina telah menewaskan empat orang dan menghentikan penjualan bahan bakar di Krimea yang diduduki Rusia.
Ukraina mengatakan pihaknya menargetkan fasilitas militer dan energi di Krimea, basis logistik utama Moskow untuk serangan militer empat tahunnya, dalam salah satu serangan terbesar di semenanjung tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
"Akibat serangan drone musuh di semenanjung Kerch, sayangnya, ada korban jiwa di antara penduduk sipil," kata Gubernur Krimea yang didukung Rusia, Sergey Aksyonov, merujuk pada bagian Krimea yang berbatasan dengan Rusia.
"Menurut informasi terbaru, empat orang tewas, 28 orang terluka," tambahnya.
(haf/knv)





