jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus mengaku terus mencermati pernyataan sejumlah elite partai lain yang belakangan mempersoalkan posisi parpol berlambang banteng moncong putih sebagai penyeimbang.
Deddy mengatakan elite parpol lain ada yang mengecap partai berkelir merah memainkan politik dua kaki dengan bersikap sebagai penyeimbang.
BACA JUGA: Ungkit Ambiguitas Sikap PDIP, Misbakhun Golkar: Politik Dua Kaki Itu Tidak Elegan
Selain itu, ujar dia, elite parpol lain ada yang meminta PDIP tegas di dalam atau luar pemerintahan era Prabowo Subianto.
Deddy mengkritik sikap elite parpol lain yang mempersoalkan status PDIP sebagai penyeimbang pemerintah Prabowo.
BACA JUGA: Demokrat Minta PDIP Tegaskan Posisi Politik, Herzaky: Publik Butuh Kejelasan
"Saya melihat sikap partai-partai ini sungguh mengherankan dan tidak pada tempatnya," katanya, Minggu (21/6).
Menurut Deddy, sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal terhadap pemerintahan terpimpin.
BACA JUGA: Silakan Disimak Kalimat Jazilul PKB soal Posisi Politik PDIP
Dia mengatakan sistem di Indonesia saat ini hanya mengenal partai di dalam pemerintahan dan di luar rezim.
Menurutnya, PDIP dengan jelas telah menyatakan posisi di luar kabinet, tetapi tetap menjalankan fungsi pengawasan yang konstitusional di DPR.
"Ini bukan sikap ambigu, ini adalah mandat rakernas partai yang sudah kami jalankan secara konsisten," kata Deddy.
Legislator Komisi II DPR RI itu menyebut partai lain di dalam pemerintahan Prabowo tidak perlu membuat isu aneh, sembari menyeret PDIP ke narasi tersebut.
Deddy mengatakan PDIP pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah mempersoalkan posisi partai mana pun.
"Kami menghormati pilihan politik masing-masing. Kenapa sekarang malah ramai-ramai partai koalisi sibuk mengurusi internal PDI Perjuangan? Tidak etis," katanya.
Deddy menyarankan partai lain yang ikut campur sikap PDIP fokus saja mengurus internal masing-masing.
"Jangan sampai nanti kalah oleh partai pendatang baru. Lebih baik perbaiki kinerja menteri-menteri mereka di kabinet daripada sibuk menggurui partai lain," katanya. (ast/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan




