Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memberikan bunga kredit UMKM yang sama bahkan lebih rendah dari korporasi untuk mendorong perekonomian nasional.
Arahan itu diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo bersama jajaran direksi dan komisaris Himbara di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dia mengungkapkan, Kepala Negara mendorong Himbara yang terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS), untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperkuat kehadirannya terhadap seluruh lapisan masyarakat.
“Oleh sebab itu, perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat,” kata Rosan dalam keterangannya, dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (21/6/2026).
Dia menambahkan, Kepala Negara meminta bank pelat merah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari UMKM, segmen komersial, hingga korporasi.
Dalam hal ini, dia menekankan agar perbankan perlu memberikan akses pembiayaan yang lebih adil bagi pelaku UMKM.
Baca Juga
- Dilema Himbara saat BI Rate Naik: Tahan Bunga Kredit vs Jaga Profit
- Seskab Teddy: Himbara Bukan Sekadar Bank, tetapi Instrumen Kemajuan Bangsa
- Prabowo Minta Himbara Tak Sekadar Kejar Laba, Kredit UMKM Harus Lebih Murah
Kepala Negara, lanjut Rosan, menilai bahwa UMKM seharusnya tidak menanggung suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan korporasi, melainkan memperoleh tingkat bunga yang setara atau bahkan lebih rendah agar manfaat layanan perbankan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“...bahwa justru usaha kecil menengah ini yang kadangkala mendapatkan suku bunga lebih tinggi dari korporasi, malah harus di level yang sama bahkan harus lebih rendah,” tegasnya.
Rosan turut menyoroti besarnya peran bank-bank pemerintah dalam mendukung dan mensukseskan berbagai program pemerintah.
Kendati begitu, dia menekankan bahwa dukungan tersebut tetap harus dibarengi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan bisnis yang profesional.
“Karena kembali lagi perbankan Himbara punya peran yang sangat-sangat strategis, tidak hanya dalam pembiayaan tapi juga terhadap pertumbuhan perekonomian dan kebijakan nasional ke depannya,” pungkasnya.





