Proyek Tol Nirsentuh MLFF Tak kunjung Realisasi, Investor Buka Suara

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) angkat bicara terkait realisasi yang masih tertunda. 

Hingga pertengahan 2026, sistem bayar tol nirsentuh tersebut belum kunjung beroperasi secara komersial meski kontrak kerja sama dengan pemerintah telah berjalan selama lebih dari 4 tahun.

Direktur PT RITS Renaldi Utomo menjelaskan bahwa pihaknya pertama kali mengantongi surat perintah kerja (SPK) pada 15 Maret 2022. Dalam beleid itu, implementasi MLFF menggunakan skema penuh tanpa palang (barrier).

Hanya saja, guna menjembatani kesiapan ekosistem di lapangan, implementasi MLFF mengalami penyesuaian. Di mana, implementasi dengan barrier akan dilakukan selama masa transisi ke depan.

"Kami menyampaikan bahwa kontrak kerja sama yang dimiliki PT RITS sejak memperoleh surat perintah kerja dari pemerintah pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada konsep MLFF. Namun, dalam masa transisi, penggunaan palang dalam gerbang tol fisik masih mungkin difungsikan," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (21/6/2026).

Sejalan hal itu, peta jalan eksekusi teknologi asal Hungaria ini nantinya akan terbagi ke dalam dua lini masa, yakni konsep transisi bertahap dan konsep operasional penuh sesuai desain awal.

Baca Juga

  • Skenario Uji Coba MLFF Disusun, Implementasi Masih Dikaji
  • Meneropong Iklim Investasi Jalan Tol di Tengah Molornya Implementasi Sistem Bayar Tol MLFF - Zero Odol
  • Kementerian PU Kaji Ulang Sistem Bayar Tol Nirsentuh (MLFF)

Saat dikonfirmasi mengenai kapan istem MLFF akan diimplementasikan di jalan tol Indonesia, dia enggan menjelaskan lebih detail. Renaldi hanya menyebut penentuan jadwal eksekusi akhir berada sepenuhnya di tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami akan terus mendukung keputusan tersebut. Saat ini, finalisasi kajian ulang dan penyusunan skenario uji coba tersebut sedang dilakukan bersama oleh BPJT," imbuhnya.

Pemerintah disebut masih menyempurnakan kesiapan seluruh aspek operasional, teknis, hingga ekosistem penegakan hukum sebelum sistem ini benar-benar dilepas ke publik.

Meski menghadapi ketidakpastian lini masa, RITS selaku investor sekaligus mitra pemerintah di proyek MLFF menyatakan tetap optimistis pemerintah akan berkomitmen mencari jalan keluar terbaik guna menjaga iklim investasi kemitraan pemerintah dan badan usaha (KPBU).

"Untuk investasi, PT RITS percaya, pemerintah akan berkomitmen dalam mencari win-win solutions terkait investasi yang mengalami keterlambatan implementasi," pungkas Renaldi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan Malam Nanti
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Andai 1 Penduduk = 1 Gol, Negara Mana Juara Piala Dunia 2026?
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bolehkah Debt Collector Tagih Utang ke Kantor? Ini Aturannya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mardiono: Kekayaan Alam Tidak Boleh Dikuasai Segelintir Orang
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Warga Temukan Bayi Baru Lahir dengan Mulut Diplester di Cilegon
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.