SPG di Solo Jadi Korban Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru PPPK, Sekolah Tempat Pelaku Ngajar Ikut Kena Imbas

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang Sales Promotion Girl (SPG) di swalayan Sami Luwes, Kota Solo, Jawa Tengah kini diselidiki oleh Satreskrim Polresta Surakarta. Pelaku diketahui merupakan seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Aksi tak senonoh ini diduga terjadi pada Sabtu (13/6/2026) lalu. Pelaku terekam kamera pengawas menggunakan ponselnya untuk memotret bagian intim di bawah rok korban secara diam-diam saat korban sedang bekerja.

Rekaman CCTV aksi mesum tersebut pun beredar luas dan menjadi viral di media sosial hingga memicu kecaman publik. Korban pun secara resmi melaporkan kejadian ini ke Polresta Solo pada Kamis (18/6/2026).

Ironis, korban dugaan pelecehan seksual itu justru diberhentikan oleh agensinya sehari sebelum resmi melapor ke polisi. Hal ini juga sempat memicu kritik tajam terkait adanya victim blaming.

Mengutip Kompas.com, sales promotion girl atau SPG di salah satu swalayan di Solo, Jawa Tengah, diduga mengalami pelecehan seksual saat sedang bekerja oleh guru PPPK. Ironisnya, perempuan korban dugaan pelecehan seksual tersebut kehilangan pekerjaan seusai rekaman CCTV peristiwa tersebut viral di media sosial.

Padahal kontrak kerjanya belum berakhir. Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, mendatangi korban di Mapolresta Solo pada Jumat (19/6/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis serta bantuan sesuai kebutuhannya.

“Tadi sudah kami sampaikan ke korban pendampingan psikologis maupun kondisi pekerjaan yang sempat terhenti. Insyaallah kami carikan solusi sesuai kebutuhan korban," kata Astrid.

Pelaku diketahui berinisial BSN. Ia tercatat sebagai guru SD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Jawa Tengah. BSN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di sisi lain, melansir Tribunsolo.com, sejumlah orang tua calon peserta didik baru dikabarkan mempertimbangkan mencabut pendaftaran anak mereka dari sekolah tempat oknum guru tersebut mengajar. Kekhawatiran para orang tua muncul setelah kasus yang menjadi perhatian publik itu ramai diperbincangkan di masyarakat maupun media sosial.

Mereka mengaku khawatir terhadap lingkungan sekolah serta ingin memastikan keamanan dan kenyamanan anak-anak saat menjalani proses belajar mengajar. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, mengatakan akan terus memantau perkembangan situasi di sekolah yang bersangkutan.

 Baca Juga: Marshanda Peluk Erat TKW Korban Pelecehan Seksual, Punya Nasib yang Sama dengan Karakternya di Saat Aku Bersuara

 

Dinas Pendidikan juga telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan proses pendidikan tetap berjalan normal dan tidak mengganggu hak peserta didik.

"Kami menerima informasi adanya beberapa orang tua yang mempertimbangkan untuk mencabut pendaftaran anaknya. Namun kami berharap masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, Dinas Pendidikan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Meski demikian, pihaknya juga memastikan perlindungan terhadap peserta didik menjadi prioritas utama.

Ia menjelaskan sekolah harus tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan akan melakukan pengawasan serta pendampingan terhadap sekolah yang terdampak agar kepercayaan masyarakat dapat kembali terjaga.

"Kami memahami kekhawatiran orang tua. Namun yang terpenting saat ini adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik dan seluruh siswa mendapatkan perlindungan yang maksimal di lingkungan sekolah," katanya.

Dinas Pendidikan Sukoharjo juga meminta pihak sekolah untuk meningkatkan komunikasi dengan wali murid guna memberikan informasi yang jelas terkait kondisi sekolah setelah mencuatnya kasus tersebut. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi yang tidak benar serta menjaga situasi tetap kondusif.

Disdikbud Sukoharjo telah memanggil pelaku kasus dugaan pelecehan seksual SPG untuk klarifikasi awal. Mereka menonaktifkan pelaku sementara waktu dan masih menunggu proses hukum sebelum menjatuhkan sanksi kepegawaian resmi. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Genjot Investasi Jabar, Stabilitas Daerah Jadi Kunci Kepercayaan Investor
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Waka MPR Dorong Konsistensi Kebersihan Pantai Karimunjawa
• 3 jam laludetik.com
thumb
Jhon LBF Unggah Wajah Terduga Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung, Identitasnya Dibongkar Netizen
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Jeff Bezos Yakin AI Ciptakan Banyak Lapangan Kerja, Tak Gantikan Manusia
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Rumah di Pati Hangus Terbakar, Anak Pemilik Diduga Jadi Pelaku | BORGOL
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.