Langkahi Keputusan FIFA, Amerika Serikat Didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026?

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Timnas Iran kembali menghadapi situasi pelik di tengah gelaran Piala Dunia 2026 setelah pemerintah United States disebut tidak melonggarkan aturan perjalanan yang berdampak langsung pada aktivitas tim selama turnamen.

Menjelang laga penting Grup G melawan Belgium national football team di SoFi Stadium, Los Angeles, California, Iran kembali harus menerima kebijakan pembatasan ketat. Tim asuhan Amir Ghalenoei itu bahkan dilaporkan dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat lebih dari 24 jam sebelum pertandingan.

Baca Juga :
Virgil van Dijk Bongkar Kekuatan Sebenarnya Belanda Setelah Pecundangi Swedia 5-1
Klasemen Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Lolos, Curacao Berpeluang Ukir Sejarah

Padahal sebelumnya, FIFA telah menjamin bahwa Iran dapat berada di Los Angeles setidaknya dua hari sebelum laga demi keperluan persiapan dan pemulihan pemain. Namun, kebijakan dari pihak Amerika Serikat tetap tidak berubah, sehingga Iran harus kembali menjalani perjalanan bolak-balik antara Tijuana, Meksiko, dan Los Angeles hanya dalam waktu singkat.

Situasi ini membuat Iran menjadikan Tijuana sebagai markas sementara, setelah sebelumnya sempat berbasis di Tucson, Arizona. Perubahan lokasi tersebut dilakukan akibat pengetatan aturan imigrasi dan visa yang diberlakukan selama turnamen berlangsung.

Kondisi tersebut juga memicu ketegangan di internal tim. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya berada dalam situasi yang sangat tidak ideal karena tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup setelah pertandingan. Ia bahkan menilai Iran sebagai tim yang paling terdampak secara negatif dalam ajang Piala Dunia kali ini.

Masalah semakin kompleks ketika beberapa pemain sempat terkendala dokumen perjalanan, termasuk kasus visa yang dialami striker andalan mereka, Mehdi Taremi. Meski demikian, pihak Iran memastikan persoalan tersebut kini telah diselesaikan setelah adanya penerbitan visa baru.

Di sisi lain, otoritas Amerika Serikat melalui perwakilan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, Andrew Giuliani, menegaskan bahwa kebijakan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Ia menyebut bahwa meski ada keluhan dari pihak Iran, aturan perjalanan tidak akan diubah dalam waktu dekat.

Giuliani juga menjelaskan bahwa skema perjalanan yang diterapkan justru disebut mempersingkat waktu tempuh tim Iran, meski dalam praktiknya tetap menimbulkan beban fisik tambahan bagi para pemain.

Dengan situasi ini, Iran harus kembali fokus pada pertandingan krusial melawan Belgia, sambil tetap menjalani jadwal perjalanan yang tidak ideal. Kondisi tersebut menjadi salah satu isu paling disorot di luar lapangan pada fase grup Piala Dunia 2026.

Baca Juga :
Trump Sebut PM Italia Giorgia Meloni Tak Akan Bisa 'Berteman Lagi' dengan AS
Vinicius Junior Kaget Taktik Ancelotti: Tapi Kalau Diikuti, Saya Bisa Cetak Gol
Pernyataan Berkelas Hajime Moriyasu Usai Jepang Bantai Tunisia 4-0, Samurai Biru Selangkah Lagi ke 32 Besar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudah Kaya Rp4.500 Triliun, Pendiri Google Menyesal Pensiun
• 15 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Kiper Curacao Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pahlawan Usai Kebobolan 7 Gol
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pihak Sarwendah Tegaskan Rumah yang Dipakai Live Bersama Giorgio Antonio Sudah Jadi Haknya
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Bukan Kevin Gusnadi, Sosok Ini Janji Bakal Selalu Ada Buat Ayu Ting Ting dan Bilqis
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
50 Tokoh Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Roy Suryo
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.