JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menegaskan bahwa masa depan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak ditentukan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)
Menurut dia, kelanjutan karier politik Gibran bergantung pada kinerjanya sendiri selama menjabat sebagai wakil presiden.
Baca juga: PSI Ungkap Alasan Safari Jokowi: Penuhi Janji kepada Partai
“Validasinya adalah dari apa yang dia buat semasa menjadi wakil presiden. Kalau memang apa yang dilakukan pada hari ini menunjukkan bahwa dia baik, ini kan setara dengan upaya daripada partai lain yang ingin menunjukkan dia baik juga kalau ingin bersama dengan Pak Prabowo di periode berikutnya,” kata Bestari dalam Podcast Gaspol! Kompas.com, dikutip Minggu (21/6/2026).
Bestari mengatakan, Gibran merupakan sosok yang menentukan sendiri arah masa depan politiknya. Menurut dia, Jokowi tidak bisa lagi menentukan langkah politik putranya itu.
“Masa depan Mas Gibran itu tidak ditentukan oleh Pak Jokowi, mohon maaf nih Pak Jokowi kalau mendengar. Tapi pasti oleh Mas Gibran sendiri. Beliau pria dewasa,” ujar Bestari.
Ia menilai tidak tepat apabila seorang wakil presiden masih dianggap harus diarahkan oleh ayahnya.
“Jangan salah lho, beliau itu wakil presiden. Masa mesti ditentukan lagi oleh Pak Jokowi, mesti ke mana. Itu enggak bisa. Bagaimana mau mempengaruhi wakil presiden, Pak?” kata dia.
Baca juga: Bestari Barus Akui Tinggalkan Nasdem setelah Jokowi Nyatakan Dukung Penuh PSI
Bestari juga membantah anggapan bahwa Jokowi memiliki kehendak besar yang kemudian memengaruhi berbagai proses politik, termasuk isu campur tangan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pencalonan Gibran pada Pilpres 2024.
Menurut dia, proses yang mengantarkan Gibran menjadi calon wakil presiden berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Pak Jokowi jangan selalu diposisikan pada posisi bahwa beliau sangat berkeinginan sehingga mempengaruhi MK lah, inilah ono lah, yang sebetunya itu enggak ada. Berjalan saja sebagaimana mekanisme,” ujar Bestari.
Baca juga: Disebut Ada Upaya Bujuk Kader PDI-P Gabung PSI, Isyana: Kami Fokus Bentuk Struktur
Dia juga mengingatkan bahwa Jokowi sempat menyatakan keberatan ketika Gibran dikaitkan dengan posisi calon wakil presiden.
“Pak Jokowi bahkan sama-sama kita dengar menolak waktu itu kalau Gibran dijadikan wakil presiden. Kan sudah jelas itu,” kata Bestari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




