Militer Taiwan akan menggelar latihan kesiapan tempur selama lima hari mulai Senin (22/6), dengan skenario menghadapi kemungkinan serangan mendadak dari China.
Dilansir Reuters, latihan ini merupakan bagian dari upaya Taiwan meningkatkan kesiapan tempur melalui simulasi perang yang lebih realistis.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Taiwan mengatakan latihan tersebut bertujuan melatih pasukan agar terbiasa menghadapi kondisi medan perang dan pengerahan pasukan saat krisis.
"Tujuan utamanya adalah melatih satuan di semua tingkatan agar terbiasa dengan praktik tempur dan lingkungan medan perang selama fase pengerahan kesiapan," kata Kemhan Taiwan, dikutip Reuters.
Taiwan kini menyusun latihan dengan asumsi bahwa latihan militer rutin China di sekitar pulau itu dapat sewaktu-waktu berubah menjadi operasi serangan yang sebenarnya.
Latihan yang berlangsung hingga Jumat (26/6) itu juga difokuskan pada koordinasi operasi gabungan, logistik, dan kesiapan tempur.
Pengumuman ini muncul setelah Taiwan kembali melaporkan aktivitas militer China di dekat wilayahnya.
Sebanyak 21 pesawat militer China, termasuk jet tempur J-16 dan pesawat peringatan dini KJ-500, terdeteksi beroperasi di sekitar Taiwan.
Taiwan mengatakan pihaknya telah mengerahkan pasukan untuk memantau dan merespons aktivitas tersebut.





