Proses penyemprotan pupuk dan pestisida bagi petani yang biasanya memerlukan waktu cukup lama kini bisa dilakukan dengan jauh lebih efisien. Langkah modernisasi ini terwujud berkat pemanfaatan teknologi drone spray yang turut dipamerkan dalam perhelatan Pekan Nasional Petani Nelayan atau PENAS XVII Tahun 2026 di GOR David Tonny Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Kehadiran peragaan alat dan mesin pertanian modern ini menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung. Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam PENAS XVII adalah pesawat nirawak (drone) pertanian tipe XAG P100 yang dibawa oleh Maxxi Tani. Drone ini dirancang khusus untuk membantu mengoptimalkan produktivitas sawah secara mekanis.
Perwakilan Maxxi Tani, Rizky, membeberkan bahwa drone XAG P100 memiliki keunggulan kapasitas yang cukup besar untuk membantu operasional di lahan pertanian.
"Kebetulan kami dari Maxxi Tani menyediakan drone namanya XAG P100. Dia kapasitasnya 30 liter untuk cairan, untuk penyemprotan, dan untuk pemupukan dia bisa mencapai di 20 kiloan. Untuk satu harganya itu pembelian dia di kisaran Rp285 juta. Jadi dia untuk pembelian, dia sudah include genset, dua baterai, dan tangki untuk spreader atau pemupukannya," ujar Rizky dikutip dari tayangan Newsline, Metro TV, Minggu 21 Juni 2026.
Baca Juga :
PENAS XVII Digelar di Gorontalo, Wapres Ungkap Kemandirian Pangan RI Meningkat"Untuk efektivitas dan kemaksimalan dalam membantu petani tentunya sangat maksimal karena untuk efisiensi waktu serta tenaga itu jauh lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan sprayer biasa atau sprayer manual. Apalagi untuk dari segi analisis usaha tani, dia lebih hemat lah istilahnya," tambahnya.
Drone ini mengandalkan daya baterai berkapasitas 5.000 mAh yang mampu membuatnya mengudara selama kurang lebih 15 menit untuk satu kali penerbangan. Proses pengisian dayanya pun sangat cepat, hanya memakan waktu sekitar 10 menit, sehingga aktivitas pemupukan di hamparan sawah yang luas dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Guna menjangkau seluruh lapisan petani di Indonesia, Maxxi Tani tidak hanya melayani sistem penjualan putus. Melalui tiga divisi utamanya yang bergerak di bidang alat mesin pertanian, pestisida, dan kemitraan, mereka juga membuka program penyewaan jasa drone. Layanan kemitraan ini menjadi solusi bagi para petani yang ingin memanfaatkan teknologi canggih tanpa harus membeli perangkat secara mandiri. Melalui teknologi ini, Rizky berharap para petani di Indonesia bisa semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Ya, harapan saya kedepannya semoga petani-petani bisa lebih efisien dan efektif dalam bertani serta memanfaatkan teknologi-teknologi yang sudah ada sesuai dengan perkembangan zaman kedepannya," ungkap Rizky.
Ajang PENAS XVII Gorontalo ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan ratusan ribu petani, nelayan, dan penyuluh dari seluruh penjuru Indonesia untuk saling berbagi inovasi budidaya pangan, hortikultura, hingga perikanan. Perhelatan akbar PENAS XVII ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, serta dihadiri oleh jajaran Kementerian Pertanian bersama jajaran pemerintah provinsi dan daerah setempat.




