Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tegaskan Masih Jauh dari Puncak Performa

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Lamine Yamal penyerang tim nasional Spanyol menegaskan bahwa publik belum melihat kemampuan terbaik yang dimilikinya. Meski telah menjadi salah satu talenta paling bersinar di sepak bola dunia, Yamal merasa masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang.

Dalam wawancara dengan harian El Pais yang dipublikasikan pada Minggu (21/6/2026), pemain berusia 18 tahun itu mengaku menilai kemampuannya lebih tinggi dibanding persepsi banyak orang saat ini.

“Saya melihat diri saya jauh lebih baik daripada yang dilihat orang. Saya tahu perjalanan di depan masih sangat panjang dan saya masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki,” katanya.

Yamal yang membela Barcelona juga menilai banyak orang menganggap level permainannya saat ini sudah mencapai batas maksimal. Namun, ia justru melihat hal tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.

“Saya tahu orang-orang melihat saya seolah-olah inilah level saya dan selesai sampai di sini. Tetapi saya bisa menggunakan semua kepercayaan diri yang saya miliki untuk banyak hal. Saya tegaskan, perjalanan saya masih panjang, masih banyak yang harus diperbaiki, dan masih banyak sekali sepak bola yang bisa saya mainkan,” ujarnya.

Menjelang laga Spanyol melawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Yamal diperkirakan kembali mendapatkan kesempatan bermain setelah sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam hasil imbang tanpa gol melawan Tim Nasional Tanjung Verde.

Dalam wawancara tersebut, Yamal juga berbicara mengenai sosok idolanya, Lionel Messi. Ia mengaku sulit membayangkan bisa bermain di level tertinggi hingga usia 40 tahun seperti yang masih dilakukan kapten Argentina tersebut.

“Mustahil. Bagi saya, Messi adalah yang terbaik dan dia terus membuktikannya. Dia memiliki keunggulan dibanding semua pemain lain dan sekarang dia berusia 40 tahun,” katanya.

Selain itu, Yamal menyoroti perubahan cara pemain muda belajar sepak bola saat ini. Menurutnya, banyak anak yang terlalu cepat masuk ke sistem akademi sehingga kehilangan kebebasan bermain yang dulu ia rasakan saat bermain sepak bola jalanan.

“Saya melihat masalah pada pemain muda sekarang adalah mereka masuk ke tim sepak bola sejak usia empat tahun. Di sana mereka langsung diberi instruksi tentang apa yang harus dilakukan, bukan menikmati permainan itu sendiri,” ujarnya. (saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zakiyuddin: Mengawasi gawai anak kunci mencegah penyalahgunaan narkoba
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Rasuna Said Ditata Total, Pramono Yakin Jadi Ikon Baru Jakarta
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Pemprov DKI tata koridor Rasuna Said untuk tingkatkan konektivitas
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
PLN Watch ajak publik saring informasi terkait layanan listrik
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Pengamat Soroti Tantangan Indonesia sebagai Negara Transit Pengungsi di Tengah Keterbatasan Penempatan
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.