Iran Bahas Gencatan Senjata Lebanon hingga Minyak di Swiss

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Teheran bertekad untuk memantau secara cermat pelaksanaan komitmen yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) berdasarkan nota kesepahaman (MoU) tentang pengakhiran perang, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeli Baqaei menjelang pembicaraan di Swiss, Minggu, 21 Juni 2026.

Baqaei, yang mendampingi delegasi Iran ke pertemuan tersebut, fokus pada langkah tindak lanjut terkait MoU 18 Juni 2026 tentang pengakhiran perang oleh AS dan Israel, dan menulis di akun X bahwa Teheran berkomitmen untuk memastikan ketentuan perjanjian tersebut dilaksanakan dengan tepat dan serius.

Baca Juga :
Panas! Trump Sebut AS Berhak Pungut Tarif di Selat Hormuz Setelah Gencatan Senjata Berakhir
Bagian dari Kesepakatan dengan AS, Dana Iran Rp106,9 Triliun di Qatar Akan Dicairkan

Menurut Baqaei, pertemuan di Swiss itu dimaksudkan untuk meninjau kemajuan dalam pelaksanaan ketentuan-ketentuan utama MoU.

Dia menekankan bahwa berdasarkan Pasal 13 dokumen tersebut, perundingan menuju kesepakatan akhir hanya dapat dimulai setelah beberapa komitmen spesifik telah dipenuhi.

Itu termasuk Pasal 1, 4, 5, 10, dan 11 dari MoU. Baqaei menekankan bahwa tanpa implementasi klausul-klausul itu, khususnya Pasal 1, yang menyerukan penghentian permusuhan di semua lini, termasuk Lebanon, tidak mungkin untuk melanjutkan negosiasi tentang penyelesaian akhir.

Dia menambahkan bahwa pembicaraan saat ini terutama berfokus pada implementasi ketentuan-ketentuan tersebut, terutama persyaratan gencatan senjata.

Diskusi itu juga meninjau mekanisme yang dirancang untuk menegakkan Pasal 10, yang berkaitan dengan dimulainya kembali ekspor minyak Iran, dan Pasal 11, yang membahas pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Delegasi Iran, yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai kepala tim negosiasi, tiba di Zurich pada Sabtu malam waktu setempat.

Dari pihak AS, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan penasihat presiden Jared Kushner, hadir di Swiss, sementara Wakil Presiden JD Vance juga akan ikut dalam pembicaraan tersebut.

Vance mengatakan pertemuan itu dapat berlangsung satu hingga dua hari dan akan membahas implementasi memorandum, gencatan senjata Lebanon, dan isu-isu terkait dengan berkas nuklir Iran. (Ant)

Baca Juga :
Langkahi Keputusan FIFA, Amerika Serikat Didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026?
Perundingan Teknis Perdamaian AS-Iran Digelar di Swiss Hari Ini
Trump Tegas soal Selat Hormuz: Tak Ada Biaya untuk Kapal Melintas, Kecuali Dipungut AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riset Palsu dan Borok yang Lebih Besar
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Kurangi "Candu" Impor Minyak, DPR Dorong Percepat Investasi EBT
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jokowi Ulang Tahun ke-64, Rumah di Solo Dipadati Warga dan Karangan Bunga dari Prabowo hinggar Raffi Ahmad
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengamanan Diperketat saat Warga Israel Masuki Kota Tua Hebron
• 2 jam laludetik.com
thumb
Plt Bupati Cilacap Lirik Batako FABA Karya Napi Nusakambangan
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.