Pantau - Iran menegaskan akan memantau secara ketat pelaksanaan komitmen Amerika Serikat dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pengakhiran perang saat delegasi kedua negara menggelar pembicaraan di Swiss yang membahas gencatan senjata Lebanon, ekspor minyak Iran, dan pelepasan aset yang dibekukan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeli Baqaei mengatakan Teheran berkomitmen memastikan seluruh ketentuan dalam MoU yang disepakati pada 18 Juni 2026 dijalankan secara serius oleh pihak terkait.
"Teheran berkomitmen untuk memastikan ketentuan perjanjian tersebut dilaksanakan dengan tepat dan serius," ungkap Baqaei melalui akun X menjelang pertemuan di Swiss.
Fokus pada Implementasi MoUBaqaei menjelaskan pertemuan di Swiss difokuskan untuk meninjau perkembangan pelaksanaan sejumlah ketentuan utama dalam MoU antara Iran dan Amerika Serikat.
Ia menegaskan perundingan menuju kesepakatan akhir hanya dapat dilakukan setelah sejumlah pasal penting dalam dokumen tersebut dijalankan, termasuk penghentian permusuhan di seluruh lini konflik.
Menurutnya, implementasi Pasal 1 yang mengatur penghentian konflik, termasuk di Lebanon, menjadi syarat utama sebelum pembahasan penyelesaian akhir dapat dilanjutkan.
Pembicaraan saat ini juga membahas mekanisme pelaksanaan Pasal 10 terkait dimulainya kembali ekspor minyak Iran dan Pasal 11 mengenai pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Delegasi Iran dan AS Bertemu di ZurichDelegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf tiba di Zurich, Swiss, pada Sabtu malam waktu setempat untuk mengikuti perundingan.
Dari pihak Amerika Serikat, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan penasihat presiden Jared Kushner turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Wakil Presiden AS JD Vance juga dijadwalkan mengikuti pembicaraan yang diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua hari.
Vance mengatakan agenda pertemuan mencakup implementasi memorandum, gencatan senjata Lebanon, serta berbagai isu yang berkaitan dengan program nuklir Iran.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya lanjutan kedua negara untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan damai dan membahas langkah menuju penyelesaian yang lebih permanen.




