Iran dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan perundingan putaran pertama di Burgenstock, Swiss. Iran mengatakan pembicaraan mencakup aset yang dibekukan dan proposal pencabutan sanksi minyak.
Dilansir Al Jazeera, Senin (22/6/2026), pembicaraan tingkat teknis hari pertama itu turut melibatkan Qatar dan Pakistan sebagai mediator.
"Dalam negosiasi hari ini, kami membahas masalah aset kami yang dibekukan dan pengaturan untuk pembebasannya," kata anggota tim Iran yang bernegosiasi dengan AS, Hussein Gurbanzadeh, kepada televisi pemerintah.
Ia menambahkan bahwa diskusi berfokus pada pencabutan sanksi yang terkait dengan sektor energi Iran.
"Di Swiss, kami membahas pengecualian sementara dari sanksi terhadap minyak dan turunannya, dan draf akhir proposal mengenai masalah ini telah selesai," katanya.
Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, PM sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani memuji MoU yang ditandatangani awal pekan ini sebagai pencapaian penting. Dia berharap langkah itu akan menjadi titik balik menuju stabilitas regional.
"Periode terakhir merupakan salah satu periode tersulit yang pernah disaksikan kawasan kita, dengan rakyatnya menanggung beban berat akibat ketidakpastian dan eskalasi," katanya.
"Kami berharap bahwa perjanjian yang kita saksikan hari ini akan membantu menciptakan lingkungan yang memungkinkan negara-negara untuk mengarahkan energi mereka menuju pembangunan, kerja sama, dan memberikan peluang bagi rakyat mereka," tambahnya.
Sheikh Mohammed menekankan bahwa pembicaraan teknis akan sangat penting untuk menerjemahkan komitmen menjadi hasil yang nyata.
"Pekerjaan tidak berakhir dengan penandatanganan MoU," ujarnya.
(fca/fca)





