- Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada perdagangan terakhir pekan lalu, IHSG menguat tipis sementara rupiah kembali tertekan
- Bursa Eropa dan Asia mayoritas ditutup melemah pada akhir pekan lalu, sementara pasar saham AS tutup karena libur Juneteenth
- Pasar keuangan hari ini hingga sepekan ke depan akan mencermati perkembangan damai AS-Iran, pengumuman MSCI Classification, rilis uang beredar BI periode Mei 2026, serta inflasi PCE AS.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (19/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tipis, sementara rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak volatil pada hari ini, Senin (22/6/2026), dan sepanjang satu pekan ke depan. Selengkapnya mengenai sentimen pasar keuangan Indonesia hari ini dan sepekan ke depan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
IHSG berhasil menutup perdagangan Jumat pekan lalu di zona hijau meski sepanjang hari bergerak fluktuatif. Pergerakan indeks terjadi di tengah respons pelaku pasar terhadap hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat tipis 0,08% atau bertambah 4,8 poin ke level 6.177,14. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.215,06 dan terendah 6.117,31.
Menariknya, IHSG baru berhasil menghijau menjelang akhir perdagangan. Indeks sempat menguat hingga 0,69% sebelum akhirnya memangkas penguatan dan berakhir nyaris tidak bergerak dari posisi perdagangan sebelumnya.
(evw/evw) Add as a preferred
source on Google




