JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas akhirnya berakhir.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan patung pahlawan nasional tersebut tetap berada di lokasi semula meski pembangunan pedestrian deck atau Jembatan Cincin Donat tetap dilanjutkan.
Keputusan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat pencanangan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas, Minggu (21/6/2026).
"Setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kami geser, supaya tidak menjadi polemik," kata Pramono.
Baca juga: Patung Jenderal Sudirman Dipastikan Tak Jadi Dipindah, Bakal Jadi Ikon Pedestrian Deck Dukuh Atas
Menurut Pramono, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mempelajari secara rinci desain pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas.
Hasil kajian menunjukkan proyek tetap dapat berjalan tanpa harus memindahkan patung.
Nantinya, Patung Jenderal Sudirman akan berada di bagian tengah kawasan pedestrian sehingga tetap dapat terlihat jelas oleh masyarakat yang melintas.
“Bahkan menjadi tempat yang akan diingat oleh semuanya, patung ini akan sangat kelihatan dari ketika orang melihat di atas,” tutur Pramono.
Sempat Diwacanakan DipindahWacana pemindahan Patung Jenderal Sudirman pertama kali mencuat seiring rencana pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas dan pedestrian deck pada September 2025.
Saat itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut ada kemungkinan patung digeser ke arah Jalan MH Thamrin agar posisinya lebih menonjol.
“Desain ini sudah disiapkan Pak Gubernur. Patung yang sebelumnya berada di sisi selatan kemungkinan akan dipindahkan lebih mendekati arah Thamrin,” ujar Dudy saat bincang media di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Sebulan kemudian, Pramono juga sempat menyampaikan bahwa relokasi dilakukan agar sosok Jenderal Sudirman lebih terlihat dan mendapatkan penghormatan yang layak.
Baca juga: Patung Jenderal Sudirman Bakal Dipindahkan ke Dukuh Atas, Tuai Pro dan Kontra Warga
Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan transportasi terpadu di pusat Jakarta.
“Patung Sudirman harus diapresiasi karena ini adalah jenderal besar. Saat Dukuh Atas rampung, patung ini akan ditempatkan di posisi yang benar-benar di depan agar masyarakat bisa melihatnya dengan jelas,” ujar Pramono.
Namun, usulan itu memicu pro dan kontra di masyarakat. Sebagian warga mendukung pemindahan karena menilai posisi patung saat ini kurang terlihat. Di sisi lain, tidak sedikit yang menolak karena menganggap lokasi patung saat ini sudah tepat sebagai simbol penghormatan kepada sang pahlawan.





